Kamis, 09 Oktober 2014

 MAINKAN SAJA PERANMU,TUGASMU HANYA TA'AT KAN?
Ketika masa yang semestinya kamu sudah menjadi seorang mahasiswa, tapi nyatanya kini masih harus berjuang lagi untuk menjadi mahasiswa. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya, bahwa Allah menakdirkan kebaikan untukmu, dari jalan perjuangan ini, lagi dan lagi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.
Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

PELAJARAN ALAM

MENGAPA matahari masih terus  bersinar,  terbit dan tenggelam selalu tepat pada waktunya? Hingga alam semesta tetap dalam keadaan seimbang dan kehidupan ini dapat berjalan dengan baik. Padahal bukan kah banyak manusia yang tidak menyadari dan mensyukuri keberadaan matahari?

Mengapa tanaman terus menerus tumbuh dan berkembang, menghasilkan beraneka ragam buah dan bunga? Hingga bumi terasa lebih berwarna dan indah. Padahal bukan kah banyak manusia yang tidak merawat dan menjaganya dengan baik?

Mengapa hutan masih mau menyerap banyak gas karbon dioksida yang ada di udara? Hingga udara menjadi lebih bersih dan segar.. Padahal bukan kah banyak manusia yang mengabaikan hal itu dan terus menerus mencemari udara?

Mengapa air hujan tak pernah berhenti turun membasahi bumi? Hingga mampu memberikan kehidupan dan membuat  bunga bermekaran. Padahal bukan kah banyak manusia yang menganggap hal itu sebagai fenomena alam yang biasa bahkan sering mengeluh karenanya?

Mengapa malam selalu datang menyelimuti siang yang begitu melelahkan? Hingga setiap makhluk dapat beristirahat dengan nyaman. Padahal bukan kah banyak manusia yang tidak berterima kasih dan melewati malam dengan begitu sia-sia?

Alam semesta dan apa yang ada di sekitar kita tentunya tetap seperti itu karena ketentuan Allah swt, mereka akan senantiasa menjalankan amanah yang Allah berikan.

Lalu adakah yang tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas?

Mungkin jawabannya akan relatif berbeda antara satu dengan yang lainnya karena ini bukan soal-soal ujian yang hanya memiliki satu jawaban yang tepat , tapi memang soal-soal dalam kehidupan itu memiliki banyak jawaban yang baik.

Jika saya yang menjawab, saya katakan bahwa semua itu karena adanya sebuah ‘harapan’. Ya, sekalipun manusia sering berbuat buruk dan membuat kerusakan, alam tetap senantiasa memberikan kebaikan kepada kita semua. Mereka tak pernah lelah, apalagi berhenti menebarkan kebaikan, dengan harapan kelak akan adanya orang-orang baik yang membawa perubahan dalam kehidupan ini ke arah yang lebih baik lagi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa harapan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Dengan harapan kita bisa semangat dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini.

Seseorang yang hidup tapi tidak memiliki tujuan dan harapan, sebenarnya ia telah mati sebelum waktunya. Mengapa aku katakan demikian, karena memang  jika hidupnya tidak memiliki tujuan dan harapan hidupnya akan terasa hampa dan tidak berarti, jalannya menjadi tanpa arah tersesat dalam kebingungan.

Jika saya analogikan, harapan dan semangat itu bagaikan cahaya dalam sebuah lentera yang ada di dalam ruangan yang sangat gelap. Semakin terang cahaya dalam lentera itu, ruangan itu pun akan semakin terang. Dan semua yang ada di dalam ruangan akan terlihat dengan lebih jelas sehingga kita bisa memilih apa-apa saja yang baik dan menjauhi apa-apa yang buruk. Dengan cahaya yang terang itu, kita juga bisa melihat sesuatu dengan lebih indah, berbeda jika cahayanya redup.

Bahkan bayangkan jika tidak ada cahaya sama sekali? maka semua akan gelap dan kita tidak bisa melihat apa-apa, mungkin ketika berjalan kita akan terjatuh.

Begitu pun dengan kehidupan kita. Lentera itu adalah jiwa kita, ruangan itu adalah kehidupan kita, cahayanya adalah semangat dan harapan kita. Jika kita ingin melihat dunia lebih indah dan lebih jelas, maka kita harus memiliki semangat dan harapan yang tinggI. Dengan itu kita bisa ‘melihat’ dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Seperti halnya alam, tak peduli betapa banyak keburukan yang ada di sekelilingnya atau yang ada di hadapannya, mereka tetap memiliki harapan dan memberikan kebaikan untuk semua.

Seharusnya manusia bisa melakukan yang jauh lebih baik dari itu.  Tak perlu mengeluh dengan segala kekurangan yang ada dalam diri kita, tak peduli betapa banyak orang yang menganggap remeh dan tidak mendukung kita. Tetap jaga semangat dan harapan kita, berikan yang terbaik untuk semua.

Sekalipun jika ada seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan , bahkan dokter memvonis hidupnya tidak akan lama lagi. Bukan berarti dia tidak memiliki harapan dalam hidup ini, harapan itu selalu ada, tergantung apakah dia akan ‘menyalakan’ dengan maksimal atau tidak. Bukan kah dia tetap bisa melakukan hal-hal yang baik dalam hidupnya? sekalipun dunia terlihat sempit dan terasa pahit.  Selama dia memiliki harapan dan semangat hidup, dia bisa menjadi orang yang lebih hebat daripada yang lainnya, ketegaran dan kekuatannya dalam menjalani hidup memberikan banyak pelajaran berharga dan  inspirasi bagi semua.

Lalu, Bagaimana dengan kita? Apa yang telah kita lakukan? Jika saat ini sahabat masih merasakan nikmat sehat? Bersyukur lah atas semua yang telah Allah berikan… Yakinlah dibalik semua kekurangan dan keterbatasan itu ada kelebihan dan potensi yang luar biasa besar. Jaga terus semangat dan harapan sahabat, lakukan yang terbaik dalam hidup ini.
 https://plus.google.com/104503614606942248449

twitter

https://twitter.com/tina_mareta