Selasa, 03 November 2015

Sehalus sutra…..
Pernah kah kau menyentuh  kain sutra ?
halus dan lembut bukan ? ya,  halus dan lembut.
Dapat dipastikan hampir  bahkan semua orang menyukai kelembutan yang kain sutra miliki.
Jika kelembutan kain sutra saja bisa begitu mempesona, bagaimana jika  sikap kelembutan itu dimiliki oleh seorang manusia bahkan menjadi karakter utamanya.  Kemungkinan besar ia akan selalu dikelilingi oleh orang-orang karena tak ada manusia yang tak menyukai kelembutan.
Karakter lemah lembut yang ada dalam segala hal serta hal apapun secara tidak langsung akan menjadi perhiasan diri yang tak tersadari. Ketika  sikap itu sirna, maka yang mendominasi hanyalah keburukan yang gelap. Senyuman yang selalu mengembang, kata sopan yang tertutur dengan baik dan tak bermaksud melukai. Merupakan cerminan pribadi yang baik dan menyenangkan. Itulah seharusnya sifat seorang muslim, laksana seekor lebah .
ya, seperti seekor lebah yang selalu mengkonsumsi yang baik dan menghasilkan yang baik pula. Dan jika seekor lebah hinggap pada sekuntum bunga, ia tak akan pernah mematahkan tangkainya. Keren bukan ? harusnya begitulah sifat seorang muslim. Tak  pernah ingin meninggalkan luka untuk saudaranya, baik dalam tutur kata, perbuataan, bahkan sangkaan. Hal ini di lakukannya atas dasar keyakinan bahwa Allah Maha Lembut dan Maha Mengetahui.
Untuk orang yang  selalu berlemah lembut, Allah menganugrahkan kelebihan yang tidak di berikan kepada orang yang bersifat keras dan kasar.  Diantara banyaknya mereka, ia yang selalu dinanti kedatangannya, di rindu kehadirannya, dan di harapkan keberadaannya, karena perkataannya sejuk bila di dengar dan mampu menghapus gundah gulana serta lara. Itulah ia pemilik kelembutan.
Orang yang lemah lembut tentulah memiliki banyak teman yang setia. Dalam sebuah buku disebutkan bahwa banyaknya teman yang setia adalah seni yang bisa dipelajari dari mereka yang beriman, baik, dan pandai. Mereka selalu menjadi buah bibir karena kebaikan-kebaikannya. Dan mereka mampu menyerap kebencian dalam diam  dengan seribu doa kebaikan.  right ?
Hasil gambar untuk dunia kritikHey….hey…hey
apa kabar ? selalu kabar baik yang diharapkan namun sayang, apa yang diharapkan tak selalu jadi kenyataan. Upsss saya mulai melancholic. Hehe
okey, saya akui mulai kemaren saya melancholic. Rasanya gak nyaman,sungguh.
Dan dari rasa gak nyaman ini, saya mulai melirik laptop acer biru yang tersimpan rapi didalam tas.
Saya rasa, saya harus menulis. Rencananya sih tulisan ini untuk memotivasi diri sendiri, tapi jika bisa memotivasi orang lain kenapa engga gitu kan ya ? hehe
Saya mulai.
Didalam hidup ini kita akan selalu menemukan masalah, baik masalah skala kecil maupun masalah skala besar  karena skalanya saja berbeda tentulah penanganannya juga berbeda. Dan potensi munculnya masalah itu bisa dari mana saja, termaksud dari kata-kata yang terucap.
Pernah dengar “mulut mu,harimau mu” ? itu tuh kata-kata yang ada di iklan dulu.
Saya pikir benar juga tuh iklan, harimau itu kan bisa menerkam kan ya ? begitu juga dengan mulut yang mengeluarkan kata-kata, bisa jadi kata-kata itu menerkam kepercayaan diri seseorang. Yang awalnya kepercayaan dirinya fine eehhh tiba-tiba jlook. Jatuh.
Hal ini merupakan masalah.
Masalahnya  yaa  apa yang harus kita lakukan saat berada diposisi seperti itu dan bagaimana kita untuk berdiri lagi saat berada di posisi itu kan ya ? karena jatuh pasti terasa tak enak.
Mungkin yang pertama dilakukan adalah Perbaiki niat. Apakah kita membangun kepercayaan diri untuk mendapatkan pujian manusia , ingin dilihat manusia? apakah kita membangun kepercayaan diri karena asas manfaat ? jika karena itu lekas perbaiki niat, karena landasan niat seperti itu sungguh lemah. Kenapa ? jika hanya ingin mendapat pujian manusia, sedangkan tipe manusia itu bermacam-macam dari sudut pandangnya, tentulah sering kali kita mendengar kata-kata yg bertentangan dengan ide yang kita ajukan. Nah lo, jika sikon ini kerap kita temui ,lama kelamaan kepercayaan diri kita terkikis tanpa ampun. Lalu, karena asas manfaat ? idih, ini mah juga landasannya sangat lemah.  Kalau didalamnya tak ada manfaat lalu gak membangun kepercayaan diri gitu ? lama kelamaan juga terkikis sampai habis. Ngeri ya ? hehe
makanya, cari landasan membangun kepercayaan diri itu yang kuat sehingga walau badai datang menghadang, walau angin bertiup kencang, walau ombak di lautan meradang, walau walau walau apapun itu, kepercayaan diri kita akan selalu kuat. Kuat karena landasannya kuat. ALLAH. Dengan Allah, dalam kondisi apapun semuanya baik, dalam kondisi apapun semua ada hikmahnya.
Selanjutnya perbaiki kualitas pemahaman. Belajar dan terus belajar. Apapun itu, baik pengetahuan umum maupun khususnya pemahaman Islam. Dengan kualitas pemahaman yang rendah, semua terasa sulit, bagaimana gak sulit coba, jika masalah terus berkembang  sedangkan pemahaman kita itu-itu saja, yaaa K.O. lah kita di buat. Hehe
Selanjutnya berani menerima kritik. Ini nih yang bisa bikin ekspresi wajah memerah, meungu,membiru bahkan memutih.hehe just kidding.
  Tidak semua orang bisa menyampaikan kritik dengan baik, bahkan saya sendiri. Kadang kata-kata yang mungkin bisa meyakiti hati terucap tanpa atau dengan sengaja. Tapi inilah dunia kritik. Rentan salah kata, rentan salah ekspresi.  Kita yang berada didalamlah yang harus pinter-pinter memilih dan memilah kata, kita yang berada didalamlah yang harus pinter-pinter bentuk ekspresi wajah. Saat memberi kritik upayakan kita tak meyalahkannya, hanya memperbaikinya saja. Mungki bisa kalimat awal ucapkan kata “maaf” terlebih dahulu. Serta  Jaga intonasi, karena intonasi yang tinggi rentan memercikan api emosi yang dapat membakar baik yang memberi kritik maupun yang menerima kritik. Rumit yaaa ? namun tenanglah hal ini tak sesulit yang kita pikirkan kok walau juga tak semudah yang kita bayangkan. insyaAllah. Tetap lakukan perbaikan dalam dunia kritik dan yakini firman Allah “ maka sesungguhnya bersama kesulitan itu akan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu akan ada kemudahan”. Cukup.
Okey, semoga bermanfaat  sis and bro
 

Kamis, 08 Oktober 2015



                

Be your self…..                 
 Kita ini bagaikan gunung es. Apa yang tampak  dari diri kita lebih kecil dari apa yang tersembunyi. Pada umumnya, kita semua memiliki dua kepribadian ada yang nampak dan ada yang tersembunnyi. Orang-orang selama ini melihat diri kita yang nampak, tetapi tak menutup kemungkinan juga sebagian orang mampu melihat diri kita dengan kpribadian yang tersembunyi. Oleh karena itu, jadilah dirimu sendiri dimana pun kamu berada, terlebih lagi saat bersama orang lain. Yang terpenting adalah selalu berusaha memperbaiki diri dengan terikat dengan hukum syara.
Hasil gambar untuk my selfJangan sekali-kali menggunakan baju kpribadian orang lain dan jangan mengekor pada mereka, apalagi mereka yang bukan berasal keyakinanmu, tentulah akan melahirkan padangan hidup yang sangat berbeda, karena setiap pandangan hidup (ideology) memiliki ciri khas. Dengan menjadikan dirimu seperti mereka,kau akan lupa siapa dirimu. Kau akan selalu berpura-pura, tersesat dan akhirnya menderita.
Dua orang tak mungkin pernah sama persis dalam segala hal, termaksud tingkah laku dan kepribadian. Lantas kenapa kita harus menjadi orang lain ? kitaberbeda dari orang lain. Jalani hidup ini sebagaimana kita diciptakan. Pahami pertanyaan besar tentang dari mana asalmu, untuk apa keberadaanmu,dan kemana akhirmu. Jangan kau ubah suaramu, jangan kau ganti nada bicaramu, dan jangan kau buat-buat gaya berjalanmu. Lejitkan potensimu tapi jangan sampai menghilangkan identitasmu sebagai muslim. Jika di ibaratkan tumbuhan, tentulah setiap tumbuhan menghasilkan buah yang berbeda, ada yang manis, hambar, bahkan pahit. Ada yang menjulang tinggi dan ada pula yang pendek menyusur tanah. Demikianlah, jika kamu adalah   apel jangan sekali-kali berharap bisa menjadi anggur, karena kamu akan semakin indah dan bernilai jika benar-benar menjadi apel ;)

Rabu, 08 Juli 2015


Solusi Tuntas , Gaul Bebas



Tingginya angka penderita HIV/AIDS dan 
Hasil gambar untuk say no pacaran
kehamilan tak dikehendaki dikalangan remaja sejatinya  di akibatkan oleh maraknya pergaulan bebas. Menurut komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), bila tahun-tahun sebelumnya penyebab utama HIV/AIDS adalah narkoba suntik, sekarang ini telah bergeser  ke prilaku seks bebas dengan proporsi sekitar 55 persen. Pelaku seks bebas sebagiannya adalah remaja.
Dalam sistem demokrasi yang menjamin kebebasan  berprilaku saat ini, Negara kehilangan nyali  untuk mengatur warga negaranya. Pasalnya, demokrasi mengharuskan  untuk mengakomodasi semua kepentingan dan kelompok, termaksud kelompok yang mengagung-agungkan kebebasan bertingkah laku. Akibatnya, benar dan salah menjadi kabur, halal-haram tak dapat jelas dibedakan. Sistem seperti ini pun menyeret ‘orang baik’ untuk berbuat maksiat dan pelaku maksiat semakin kuat.
Tindakan gaul bebas juga tak bisa dilepaskan dari banyaknya rangsangan seksual. Kecenderungan kepada lawan jenis pada umumnya muncul apabila ada rangsangan. Banyaknya sarana yang merangsang munculnya naluri seksual dapat dilihat dari mudahnya remaja mengakses situs-situs porno yang turut menyumbang pengaruh negative pada remaja. Karena itu yang perlu di lakukan  tentu saja membentengi individu dengan pemahaman yang benar melalui penanaman nilai-nilai agama saja. Perlu juga mencegah munculnya rangsangan bagi kecenderungan kepada lawan jenis.
Islam tidak mentoleransi bentuk hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan meskipun dilakukan secara “sehat” ( tidak berorientasi pada hubungan seksual ). Hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan hanya boleh terjadi dalam ikatan pernikahan. Adapun pada masa pra nikah, maka laki-laki dan perempuan di wajibkan  tetap terikat pada hukum syariah. Mereka tetap tidak oleh pacaran.
Dengan demikian, solusi bagi pencegahan pergaulan seks bebas adalah dengan menerapkan hukum-hukum pergaulan islam dan menjaganya dengan penerapan sistem islam oleh khalifah ( kepala Negara), bukan dengan kondomisasi !

Dengan demikian, islam sebagai solusi tuntas gaul bebas. Mari terapkan aturan-aturan di segala aspek kehidupan termaksuk pergaulan. 

Selasa, 09 Juni 2015

Optimis
Hidup makin terasa meredup. Masa depan makin suram. Masalah ekonomi makin runyam. Problem keuangan makin sulit. Banyak persoalan membelit, pengangguran, utang banyak, harga-harga naik, biaya pendidikan makin mahal, biaya kesehatan ditanggung sendiri lewat BPJS yang sebetulnya asuransi. Begitulah yang dialami oleh sebagian besar rakyat di negeri ini, saat ini.
Akibatnya, tak sedikit orang yang di buat pusing. Banyak yang stress, depresi hingga bahkan berujung bunuh diri. Di tengah ragam kesulitan yang membelit, akhirnya banyak orang yg pesimis menghadapi masa depan. Hanya sedikit yang benar-benar tetap optimis.
Di level social, kesulitan demi kesulitan yang terjadi saat ini sebagian besar memang sengaja di hadirkan oleh sistem yang kejam. Itulah neolibralisme menjadi pintu masuk neoimperalisme. Akibatnya, nyaris mayoritas sumber-sumber kekayaan negeri ini, yang notabene milik rakyat dan sudah seharusnya dinikmati oleh mereka, kini berada dalam cengkraman para kapitalis baik swasta maupun asing. Akhirnya, rakyat hanya bisa jadi penonton atas perampasan dan penjarahan kekayaan mereka oleh para kapitalis tersebut. Mereka hanya bisa gigit jari.
Di level pribadi, tentu setiap orang memiliki problemnya sendiri-sendiri yang berbeda jenisnya maupun kadar atau tingkat kesulitannya. Ada yang susah cari nafkah. Ada yang nelongso karena tak segera dapat jodoh. Ada yang kerap meratap karena tak segera punya anak. Ada yang sedih karena di tinggal kekasih tercinta. Ada yang merana di guncang karena prahana rumah tangga.  Ada yang benci karena suami nikah lagi. Ada yang di rundung malang karena terlilit banyak hutang.  Ada yang resah karena belum bayar kontrakan rumah.  Ada yang gelisah  menghadapi anak yang bermasalah. Ada yang kalut karena  bisnisnya bangkrut. Ada yang galau dan demikian seterusnya.
Bagaimana dengan kondisi pengemban dakwah ? yaahhh sama saja, hanya saja mereka juga menghadapi masalah dakwah, yang tentu tak pernah dirasakan oleh mereka yang tak berdakwah.
Problem dakwah itu beragam, ada yang bersifat ideologis, sistemik hingga teknikal. Tingkat kesulitannya pun bermacam-macam, ada yang ringan, sedang, sulit, dan amat kompleks. Ada juga pengemban dakwah  yang ancapkali bergulat dengam problem internalnya sendiri seperti kurang percaya diri, tak menguasai masalah, kurang tsaqofah, tak pandai berkata-kata dan berargumentasi, tak mudah bersosialisasi, banyak mendapatkan kesulitan saat kontak dakwah, apalagi saat menghadirkan massa dengan kouta yang cukup besar, dsb.
Menghadapi problem dan ragam persoalan dengan kerumitan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, haruskah seorang muslim menyerah ?? apalagi pesimis ??
Seorang muslim sejati, seharusnya senang dan bergembira saat di hadapkan banyak kesulitan. Kesulitan  (kesulitan, baca tantangan) seharusnya terus di cari dan di ciptakan. Mengapa ?
Alasanya sederhana, karena Allah SWT sendiri telah berfirman : fa inna ma’al usri yusr[an], inna ma’al usri yusra ( sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan ) TQS al-Insyirah 94 :5 )
Menarik sekali, dalam ayat di atas Allah SWT menggunakan  kata ma’a (bersama), bukan  ba’da (sesudah). Mengapa demikian ? alasannya, sebagaimana dinyatakan oleh imam ar-Razi  dalam mafatih al-ghaib, karena jarak dan waktu antara kesulitan dan kemudahan itu sangatlah pendek sehingga seolah keduanya susul menyusul, berbarengan, beriringan atau berdampingan. Selain itu, imam ar-Razi menukil sebuah hadis qudsi sebagaimana di tuturkan oleh Ibn Abbas ra bahwa Rasul saw, pernah bersabda : “ Allah SWT telah berfirman : khalaqtu ‘usr[an] bayna yusrayn. Fala yaghlibu ‘usyr[un] yusrayn. ( aku telah menciptakan satu kesulitan di antara dua kemudahan. Karena itu tidak akan pernah satu kesulitan bisa mengalahkan dua kemudahan).”
Subhanallah, makna ini sangat mendalam. Siapapun yang di timpa kesulitan tidak perlu risau apalagi galau karena pasti kesulitan itu datang bersama dengan atau didampingi dan dikawal oleh dua kemudahan.

Jadi, buanglah segala pesimis, kerisauan dan kegalauan dalam menghadapi kesulitan apapun.  Justru saat kesulitan menghadang, yang harus di tanamkan selalu dalam jiwa kita adalah sikap optimis, yakin bahwa kemudahan akan segera datang. Yakinkan diri pada firman Allah SWT dan optimislah J

Rabu, 01 April 2015

ILMU DAN IMAN
dengan ilmu kehidupan akan mudah....
dengan iman kehidupan akan indah....

Sebagai umat muslim (orang yang beragama Islam) kita memerlukan belajar secara teratur (long live education). Belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan InsyaAllah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia yaitu dengan ilmu kita dapat mencari nafkah untuk kebutuhan hidup.
Ilmu Adalah Bunga-bunga Ibadah
Kita harus memahami juga untuk apa kita hidup di dunia ini. Allah menciptakan makhluknya hanya untuk beriman dan bertakwa kepadaNya. Jadi semua hal di dunia yang telah dan akan kita lakukan, semua ditujukan hanya pada Allah. Cara-caranya adalah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Apakah perbuatan baik itu? Perbuatan baik adalah semua pikiran, perkataan dan tingkah laku yang berniat baik dan dilakukan dengan sikap-sikap terpuji untuk menciptakan kedamaian dan keindahan dalam hidup. Perbuatan baik adalah kunci dari ibadah. Baik ibadah kepada Allah maupun ibadah kepada manusia (termasuk pada diri sendiri). Dalam hal ini ilmu adalah salah satu perbuatan baik yang memiliki dampak positif. Dampak tersebut bisa diterima bagi penerima maupun pemberi ilmu. Itulah arti penting ilmu yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Setiap hal di dunia memerlukan ilmu. Sebab kelebihan yang dimiliki manusia adalah akal. Dengan akal maka manusia dapat berpikir dan mempergunakan pikirannya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Menuntut ilmu sebaiknya jangan dianggap kewajiban tetapi sebuah kebutuhan yang asasi dan sangat penting. Menuntut ilmu dapat mengembangkan pola berpikir seseorang sehingga dapat memudahkan dalam menjalani kehidupan. Orang yang menghargai ilmu dan mengamalkannya dengan baik maka hidupnya akan menjadi damai dan sejahtera. Tak jarang manusia menyepelekan ilmu sebab untuk menuntut ilmu memerlukan biaya dan waktu yang lama. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa membuka hati dan pikirannya untuk menerima ilmu. Apabila kita telah membuka hati dan pikiran kita untuk menerima bahwa ilmu itu ada dan berguna, maka dengan sendirinya diri kita akan terbiasa menuntut ilmu karena kebutuhan hidup selalu berkaitan dengan ilmu. Menuntut ilmu tidak akan terasa sulit. Karena pada dasarnya manusia memiliki minat dan bakat. Fenomena itulah yang seharusnya dipupuk untuk mengarahkan perjalanan kita dalam menuntut ilmu. Ilmu merupakan suatu hal yang obyektif dan fleksibel. Siapapun dan dimanapun dapat mempelajari ilmu. Entah itu ilmu yang berkaitan dengan sosial, budaya, ilmu pasti, moral, dan masih banyak lagi ilmu yang bisa kita pelajari. Menuntut ilmu akan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bila kita udah memahami makna menuntut ilmu dan telah membulatkan tekad untuk pantang menyerah dalam mengembangkan kemampuan demi memajukan hidup kita.
Segala kegiatan manusia di dunia pada hakikatnya adalah untuk menciptakan kehidupan yang indah. Bila diungkapkan dengan bahasa ungkapan maka dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan bunga-bunga ibadah. Ilmu merupakan penghias ibadah manusia kepada Allah, kepada sesame manusia dan kepada diri sendiri. Ketika ilmu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan diamalkan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang benar maka akan sangat indah manfaat yang diraih. Namun bila ilmu dipelajari dengan setengah-setengah dan dimanfaatkan semaunya tanpa tahu tujuannya benar atau tidak, maka ilmu itu akan merusak citra keindahan. Inilah yang sangat penting kita pahami agar tidak sembarangan mempergunakan ilmu dalam kehidupan kita. Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang dipelajari dengan niatan baik dan tulus untuk diamalkan di jalan Allah SWT melalui kehidupan umat manusia sebagai perantaranya.
Cerminan Akhlak Mulia Adalah Ilmu yang Baik
Akhlak kita sebagai umat muslim dapat dicerminkan dari perilaku kita sebagai insan penuntut ilmu. Apapun yang kita perbuat selama masih dalam norma yang benar maka akan menampakkan akhlak yang baik. Ilmu yang dimiliki seseorang dapat mencerminkan akhlaknya. Ilmu mengandung tatanan-tatanan yang sistematis dan mampu membentuk watak seseorang. Seperti apa ilmu yang dimiliki seseorang maka seperti itulah kira-kira cerminan akhlaknya. Insan muslim yang berilmu pasti akan memperlihatkan bentuk tingkah laku dan perkataan yang dapat diterima oleh akal sehat dan mencerminkan kesopanan serta pribadi yang baik. Misalnya adalah sikap disiplin, rajin, ramah, sopan, penyayang, suka menolong, hal-hal tersebut merupakan sikap seorang yang memiliki akhlak baik dan berilmu. Kita sebagai umat muslim harus senantiasa meningkatkan ilmu yang kita miliki dan mengembangkannya untuk masa depan. Dengan demikian kaum muslim dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi semua umat manusia di muka bumi ini. Berangkat dari tujuan di atas kita dapat menelusuri sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi : “lakum diinukum wa liyadiin” yang artinya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (surat Al-Kaafirun : 6). Ayat tersebut menerangkan bahwa agama Islam tidak dapat disamakan dengan agama manapun. Hal tersebut merupakan suatu pemahaman dasar tentang Islam yang harus kita garis bawahi. Namun untuk implementasi dalam kehidupan sehari-hari, tidak masalah bila kita sebagai kaum muslimin memeberikan contoh akhlak yang baik bagi umat manusia lain dari semua agama. Apa yang disebut amal di dunia ini didasari dengan ketulusan niat dan beramal tidak dibatasi untuk satu agama saja. Namun tetap harus berpegangan pada aturan-aturan agama Islam sebagai hukum dasar yang mengarahkan langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan bersama segala jenis manusia dan agama.
Dengan segala bentuk keadaan yang dijelaskan di atas, kita dapat menyimpulkan suatu pemikiran yaitu kita harus berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengurus masalah yang berkaitan dengang agama. Sebab hal-hal yang berhubungan dengan agama adalah asasi dan sensitif. Hal tersebut menyangkut keutamaan hubungan manusia dengan Allah, sehingga penerjemahannya dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh sembarangan. Kita tidak boleh asal-asalan menggunakan hukum Islam (Al-Qur’an maupun Al-Hadits) untuk membuat dalil-dalil tanpa disertai ilmu pengetahuan tentang Islam yang matang.
Mencari ilmu adalah kebutuhan yang akan menjadi kewajiban bila sudah ditanamkan dalam hati. Hal tersebut sangat penting karena akan menjadi bekal manusia di dunia dan di akherat. Islam dianggap sebagai agama pemersatu bangsa dan agama Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kita sebagai umat muslim akan menjadi orang yang merugi bila tidak menuntut ilmu. Sebab Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina”. Sabda nabi tersebut menunjukkan bahwa ilmu sangatlah berharga. Ilmu yang kita miliki baru akan berharga bila sudah diamalkan di jalan Allah. Dengan demikian kita akan mampu meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT.

Sabtu, 07 Maret 2015




Nak,jangan terlambat pulang
Hasil gambar untuk ayah
 Awan mendung menyelimuti rumahku, bacaan-bacaan ayat suci al-qur’an serta air mata yang mengalir berpadu tanpa dikomando menghasilakan isakan yang pilu menyayat hati. Ku tatap wajah ayahku yang pucat dan tak sadarkan diri,kugenggam erat tangannya berharap aku mendapatkan kekuatan dan ketegaran darinya seperti dulu namun kini ku rasa genggamannya mulai melemah,aku panik dan terus mengucapkan kalimat syahadat dan istigfar di kuping ayah tersayangku. Ibu,adik,dan kakak ku tak kalah sedih. Mata mereka sudah merah karena dari tadi menangis dan suara mereka mulai parau dan berat.
“yah, aku harus bagaimana ?” isak ku sedih sambil memandang ayah. Dalam hatiku paling dalam aku rasa ini yang terakhir kalinya,entah kenapa. Aku coba menampik perasaanku namun aku tahu pasti dari semua kepastian di dunia ini salah satunya adalah kematian.
“Allah, ampunilah dosa ayahku. Sayangi ia,lindungi ia,berilah ia kemudahan
Ia pemimpin yag bertanggung jawab terhadap keluarganya, ia ayah yang baik hatinya
Allah,aku mohon selamatkan ia…..” hatiku memohon kepada sang Maha Kuasa
Sepertinya Allah menjawab doaku,tangan ayah yang ku genggam erat kini bergerak. Aku bingung. Ayah melakukan gerakan seperti orang yang hendak memulai shalat. Ayah bertakbir, aku melihat dengan jelas gerakakan bibirnya yang biru mungucap kalimat “allahu akbar” dan kulihat ia mencoba menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Setelah itu ia tak bergerak apapun. Turun-naik perutnya yang kuruspun tak lagi ada. Ayah sudah tak bernafas.
“inalilahi wa inailahirajiun” kata ibu pelan sambil mengeluarkan air mata dari mata yang sudah bengkak
“bu,ayah belum meninggal” kataku gontai tak percaya                              
“ayahmu sudah kembali nak” kata ibu menyadarkanku
Ku lihat kakak dan adik ku yang memeluk ibuku, mereka menangis dalam pelukan ibu ku sedangkan aku spontan berdiri namun keseimbangan tak penuh,aku hampir jatuh. Ku lihat ayah. Ku cerna baik-baik apa yang kulihat, ku pikirkan baik-baik, beberapa menit aku berfikir dan dengan hati yang guncang serta pilu ku yakini kini ayah telah tiada,dan aku seorang anak yatim.
Aku berjalan menghadap jendela, ku telephon keluarga dan kerabat jauh. Ku kabarkan bahwa ayahku telah meninggal. aku sambil menatap kosong langit dan kulihat langit yang mendung perlahan-lahan menjauh dari atap rumahku. Ayahku sepertinya mengikuti awan itu. Aku menangis histeris,kesabaranku mulai luntur. ibuku datang mendekapku,aku terus menangis dipelukan ibu.
“bu, rindu ayah….. aku gak mau ayah pergi”
“istigfar sayang,ayah milik Allah bukan milik kita. Kitapun nanti akan kembali” ibu menasehati
 “miftha anak ibu sayang…. Harus kuat nak” kata ibu jua menangis sambil memeluk ku sedangkan ke dua saudaraku telah sadar dan mereka tak henti terus membacakan ayat-ayat qur’an untuk melepas kepergian ayah.
 “ibu….aku sayang ayah sangat sayang “ kataku terisak-isak masih belum mampu melepas kepergian ayah. Perlahan-lahan kenangan tentang ayah berputar dikepalaku dari awal sampai akhir…..
  Tahun 2000
Dengan seragam Sekolah Dasar aku siap berangkat menuju SD KARTIKA V-5  Tanah Paser bersama ayah yang telah siap mengantar mengunakan sepeda ontel kesayangannya yg berwarna hitam merk polygon. Sepanjang jalan aku tersenyum karena hari ini hari pertama aku masuk sekolah. Ku peluk pinggang ayah, selain karena aku takut jatuh lewat pelukan ini jua aku ingin mengucapkan terimakasih pada ayah karena telah menyekolahkanku. Sampai digerbang Sekolah Dasar KARTIKA V-5 ayah menggenggam erat tanganku. Aku melihatnya,wajah yang tampan,kulit sawo mateng,hidung yang mancung, warna mata yang coklat,rambut yang lurus,perawakan yang sedang serta tinggi sekitar 170 cm lebih. Itulah sosok ayahku.
“ayah, nanti aku duduk dimana ?” kataku dengan polos bertanya
“cari bangku paling depan ya,agar mudah mengerti” ayah memberi saran tapi nyatanya aku memilih bangku nomor 2 dari belakang karena menurutku dengan disini aku tak akan mudah dimarahi oleh guru. Saat ayah melihat bangku pilihanku,ia hanya tersenyum kepadaku.
Tak terasa sebentar lagi caturwulan yang pertama,aku belum bisa membaca dan menulis. Ibu selalu mengajari menulis di waktu malam,namun aku terlalu sulit untuk mengerti. Mungkin karena ajaran ibu ku yang terlalu lembut,mungkin. Ada yang beda pada malam ini,ayah turun tangan langsung mengajariku.bayangkan, ayah tak segan-segan berkata keras saat aku susah mengerti. Entah kenapa aku cepat mudeng dengan cara ayah ini.
“tulis a-y-a-h” kata ayah dan aku mengikuti.benar
“tulis i-b-u b-u-d-I” kata ayah dan aku mengikuti.benar lagi
“tulis p-o-h-o-n” kata ayah dan aku menulis p-u-h-u-n
“huruf o mif, bukan u” kata ayah lembut kali ini dan aku mengangguk 
Esok haripun tiba, aku penasaran seperti apa sih ulangan caturwulan pertama itu dan sebentar lagi pun aku akan mengalami keadaan ulangan itu seperti apa. Bu guru memberi lembaran kosong yang harus isi oleh murid. Dikte.
1. rahasiya rani → salah
2.bunga mawar yang indah→betul
3.puhun cemara tati→salah
4.di waktu malam akan ada bolan→salah
5.bulan dan balon nani berwarna hijau→betul
Itulah hasil ulangan caturwulan pertamaku, ayah tersenyum melihat walau aku banyak melakukan kesalahan. Sebenarnya aku juga sedih tapi senyum ayahku menghapus rasa sedihku. Aku rasa ia memaklumi kesalahan yang ku perbuat.
Waktu terus berjalan dan kini aku telah tumbuh menjadi perempuan yang setengah ABG, Sekolah Menengah Pertama. Setelah melewati 6 tahun sekolah dasar ditambah ujian segala macam,alhamdulilah aku masuk kesebuah sekolah favorit yaitu SMPN 2 Tanah paser. Pertama aku masuk gerbang SMPN 2 untuk melakukan pendaftaran,aku sudah kagum dengan lokasinya,ada apa dengan lokasinya ? karena sekolah ini berada di pinggir sebuah jalan dataran tinggi,jadi lokasinya ada tanah-tanah yang tinggi namun ada tangga yang di bangun untuk sampai ke daerah atau lokasi bangunan yang tinggi itu, di belakang sekolah ada hutan yang memiliki pohon yang besar dan angin yang bertiup dengan sejuk. Kebayangkan nyamannya belajar di temani angin yang sepoi-sepoi. Aku berharap sekali dapat menjadi siswi di Sekolah nan sejuk ini. Kabulkanlah ya Allah….
betul,alhamdulilah aku lolos seleksi dan sekarang aku siswi sekolah nan sepoi-sepoi. Seminggu sebelum masuk sekolah aku sudah membeli peralatan sekolah,seragam,dan ada sebuah kejutan yang sangat membahagiankan,kakak ku membelikanku sepeda polygon berwarna biru,ia membelikanku sepeda dengan tujuan agar aku tak merepotkannya di pagi hari dengan meminta antar. Ada satu hal yang membuatku terkejut. kawan,ternyata masuk Sekolah Menengah Pertama tidaklah sama dengan awal masuk Sekolah Dasar, ada sebuah kalimat yang merepotkan bagiku yaitu “MOS” atau Masa Orientasi Siswa,uuuhhh rasanya sebuah kegiatan yang melelahkan tapi ada tujuan  di balik kegiatan itu.
hari ini, hari minggu dan esok tentunya senin. Kami melakukan rutinitas seperti biasanya ayah dan kakak  pergi berjualan ke pasar. Ayahku merupakan keturunan seorang anak penjual yang bisa di katakan sukses di kampung halamanku,jadi berjualan adalah bakat keturunan.hehe.
Jika di alur gang ku ada pemadaman listrik, aku sering minta ditemani tidur oleh ayah dan ibu ku. pada saat- saat seperti itu, ayah kerap bercerita kepada ku tentang pengalamannya berjualan. Dari jualan sayur keliling sampai jualan makanan di kapal laut. Banyak kejadian lucu dan konyol yang kerap menimpa ayahku misalnya, dulu ayah juga pernah menjadi penjual buah, karena pada saat itu pengalaman pertama ayah, ayah masih belum terlalu mengerti berapa jangka waktu  buah itu akan bertahan jadi ayah membeli sekitar 1 mobil penuh,sangat banyak. Alhasil, hampir separuh buah itu lembek duluan dan tak bisa dijual dengan harga tinggi lagi.uhh ayah…
Jika ayah bercerita banyak tentang pengalaman berjualannya, aku cepat sekali tertidur. Hal itu terjadi karena mungkin menurutku dulu, topik yang ayah ceritakan sangat membosankan.haha.
Handphone ibu ku berbunyi
“assalamualaikum”
“inalilahi wa inailahirajiun, astagfirullah. Yuhapa ?”
“iih, kaina kami bulikan’’ mama ku mengakhiri pembicaran via telephone dan ku kini ku lihat ibu menangis dan bingung. Aku sangat bingung, namun beberapa menit kemudian ibu memeluk ku dan berkata “ nenek hulu mu, meninggal mif”
“ya allah….” Kataku lemas. Sudah sekitar 3 tahun, aku tak pulang ke kampung dan tak berjumpa dengan nenek,kini aku tak akan bisa berjumpa nenek lagi. Aku menangis mengingat ciuman hangat nenek ku yang selalu ku dapat jika aku pulang ke kampung. Sebenarnya aku paling tak suka jika pipi ku di cium tapi nenek tak pernah minta izin jika ingin menciumku, mau tak mau aku hanya bisa ternyum kepada nenek.
“ibu dan ayah akan pulang ke kampung kah ?”
“kita sekeluarga akan pulang” kata ibu, yang kini sibuk menghubungi ayah dan kakak ku yang sedang berada di pasar.
Ayah dan kakak ku telah tiba di rumah, setelah berfikir sebentar ayah memutuskan aku dan ayah akan tinggal di sini karena esok aku awal masuk SMP. Ibu setuju.
Aku sedih karena tak bisa pulang ke banjar untuk menghadiri pemakaman nenek tersayang ku.
Nenek yg ku sayang, semoga Allah menempatkanmu bersama orang-orang yg beriman
Waktu berlalu, hari ini awal aku masuk sekolah. dalam kegiatan mos kami di suruh menguncir rambut sebanyak 5 kunciran. Haha.  Jam 5 subuh, aku meminta tolong ayah menguncirkan rambut ku menggunakan tali rapia sebanyak 5 kunciran. Ayah terlihat bingung dan lama sekali menguncir rambutku. Alhamdulilah, jam 7 ayah mengantarku  pergi ke sekolah . Sampai gerbang SMPN 2  Tanah Paser, ayah menggenggam erat tanganku, aku melihat wajah tampannya. Walau kerutan di wajahnya bertambah banyak dari 6 tahun yang lalu ketika ia mengantarkanku di gerbang SD KARTIKA V-5,  namun ketampanan ayah ku tak pernah pudar di mataku. Kepribadiannya yang bertanggung jawab dan penyayang membuatku bangga menatapnya.  Aku terseyum.
Waktu berlalu terus tanpa berhenti walau sedetik serta tanpa kembali mundur walau sedetik pula. Banyak hal yang terlalui dan di lalui namun dari semua hal itu kebersamaan ku dan ayahlah yang tak terasa. Dan kini, ayah sekarang hanya bisa berdiam diri dirumah karena terkena stroke ringan. Langkah yang dahulu cepat berubah menjadi lambat bahkan sangat lambat, bicara yang panjang lebar pun berubah menjadi anggukan atau gelengan kepala saja. Ooohh ayahku sayang, sabarlah.
Sakitnya ayah berdampak buruk bagi ekonomi keluargaku, dari ekonomi pas-pasan sampai ekonomi yang sekarat. Biaya pengobatan dan biaya hidup kadang tak terpenuhi.uhhhh. kakakku berhenti sekolah dan mencari pekerjaan. Ku lihat wajahnya, sendu dan pasrah namun ia tetap tersenyum saat pulang bekerja. Aku bersyukur Allah menghadirkan sosok seperti kakak ku dalam kehidupan keluargaku. Kakak yang bertanggung jawab dan rela berkorban.
Suatu hari, ketika aku pulang dari sekolah dan menjemput ade ku, aku mendapat kabar yang mengejutkan. Rumah sahabat terbaik ku mengalami kebakaran. Inalilahi wa inailahi rajiun. Tanpa pikir panjang, aku dan adeku melancong menuju tempat sabahatku. Setelah sampai, ku lihat ia. Aku memberikan dukungan dan memeluk sahabat tersayangku ini. Aku ikut menangis dalam tangisnya. Semuanya terbakar habis, kecuali motor dan baju yang ia kenakan. Sabarlah sahabatku
Aku cukup lama berada di tempat sahabatku. ketika pulang ke rumah, aku tak melihat ayahku. Aku bingung kemana ayah pergi, biasanya ayah hanya berada di sekitar rumah untuk berlatih otot-otot kaki. Ku cari-cari di sekitar rumah, tak ada ku lihat. Aku sangat khawatir namun aku bingung mencari ayah kemana lagi.
Pikiranku melayang kemana-mana. Mungkinkah ayah pergi dari rumah ? mungkinkah ayah pulang ke kampung ? tapi kenapa ayah tak memberi tahu kami. Atau mungkin ayah, pergi ke pasar menemani ibu ku berjualan, tapi tak mungkin. Ayah kerap mengalami sakit kepala jika berada di tempat yang bising. Akhirnya, dari pada pikiranku  melayang entah berpikir apa, sebaiknya aku menunggu ayah. Ya, aku menunggu ayah tepat di depan pintu. Kawan, menunggu depan pintu ini sebenarnya adalah tindakan yang selalu ayahku lakukan ketika menunggu ibu ku pulang dari pasar, menunggu kakak ku pulang dari kerjaan, atau menunggu aku  dan ade ku pulang dari sekolah. Mungkin, ayah terlalu bosan jika lama berada di dalam rumah. Lama aku dan ade ku menunggu di depan pintu, dari jauh ku lihat ayah berjalan pelan turun dari ojek. Aku berlari menjemput ayah ku dan ku lihat wajahnya yang sawo matang terlihat merah karena ke panasan, ku lihat juga keringatnya yang mengalir  dari dahi.
Aku sangat khawatir melihat kondisi ayahku seperti ini, sesampai di rumah aku bertanya kepadanya.
“ayah, dari mana ?”
 “ayah dari sekolahmu,mif”
“ayah,ngapain ke sekolah mifta ? mifta udah pulang jam 2 tadi”
“ayah, mencari kalian. Sampai jam 4 ayah tunggu. Mifta dan asya belum pulang” kata ayah menjelaskan dengan wajah yang khawatir.
“maaf, yah….” Aku berkata pelan, aku merasa sangat bersalah karena membuat ayah sangat khawatir, membuat ayah menunggu lama, dan membuat ayah sampai berjalan mencari ku dan ade ku. ku hidupkan kipas angin agar ayahku berhenti kepanasan, ku buatkan teh panas dan nasi goreng karena ku tahu pasti ayah sangat lelah dan kehabisan tenaga. Setelah makan dan duduk sebentar, ayah tertidur dengan pulas. Ku memandang ayah sekilas. Sungguh, aku merasa sangat bersalah dan pada saat itu aku berjanji tak akan membuat ayahku khawatir lagi, aku akan selalu memberitahu ayah dan meminta izin jika hendak pergi atau terlambat pulang.
Begitulah ayahku, ia selalu berkata agar jangan terlambat pulang dan memberi tahu jika terjadi sesuatu.
Kini, kata “jangan terlambat pulang” yang sering ayah ucapkan padaku dan kepada saudaraku begitu segar di ingatan dan mengakhiri ingatan memoriku tentang ayah.  Air mataku masih mengalir deras bak air terjun, ibu masih memeluk ku dengan erat.
“mari kita makam kan ayah” ajak ibu sambil mengelus kepalaku
Segala proses telah selesai, adzan ashar telah berkumandang. Para keluarga, sahabat, dan kerabat ayah sudah melakukan sembahyang jenazah. Kini, kami semua harus mengantarkan ayah ke pembaringan terakhirnya.
Perlahan tapi pasti tanah-tanah itu menutup wajah ayahku. Aku menahan air mataku. Jantungku  berdetak kencang,  hati ku terasa tak karuan, otot-otot kaki ku terasa lemah. Tatapanku hanya tertuju pada badan ayah yang mulai tak terlihat. Allah……..
Kini ayah telah pulang. Pulang  yang berarti kembali. setelah perjalanan panjang, ayah kembali kepada pemilik jiwa. ALLAH.

 Ayahku…..
November  2013
Terkadang engkau mencintaiku dengan cara yang membuatku takut
Terkadang engkau menjagaku dengan cara membuatku terkurung
Tetapi…. Kini aku rindu dengan semua caramu
Ayah,rindu ini hanya ALLAH yang tahu
Betapa  rapuhnya aku kadang kala menghadapi badai hidup yang silih berganti tanpa jeda
Betapa lemahnya aku dalam mengambil sikap untuk menjadi tegas, setegas dirimu.
Ayah,kini ku lihat engkau semakin lemah
Betapa hancurnya aku melihat keadaan ini,aku ingin kesembuhanmu
Betapa takutnya aku jika aku menjadi seorang anak yatim.
februari 2014
Ketakutan itu kini sudah ku alami, sejak 3 Januari 2014 aku adalah seorang yatim…
Allah swt lebih menyayangi ayah dari pada aku dan kelurgaku.
Ayah… semoga engkau selalu dalam buaian rahmat sang Pencipta
Ayah… semoga engkau bersama dengan rasullulah  yang mulia
Ayah…semoga engkau berada di tempat terindah
Rabbigfirli waliwalidayah warhamhuma kamma rabbayanisyagiro.aamiin
Anakmu

twitter

https://twitter.com/tina_mareta