Sehalus sutra…..
Pernah kah kau menyentuh kain sutra ?
halus dan
lembut bukan ? ya, halus dan lembut.
Dapat dipastikan hampir bahkan
semua orang menyukai kelembutan yang kain sutra miliki.
Jika kelembutan
kain sutra saja bisa begitu mempesona, bagaimana jika sikap kelembutan
itu dimiliki oleh seorang manusia bahkan menjadi karakter utamanya.
Kemungkinan besar ia akan selalu dikelilingi oleh orang-orang karena tak
ada manusia yang tak menyukai kelembutan.
Karakter lemah lembut yang
ada dalam segala hal serta hal apapun secara tidak langsung akan
menjadi perhiasan diri yang tak tersadari. Ketika sikap itu sirna, maka
yang mendominasi hanyalah keburukan yang gelap. Senyuman yang selalu
mengembang, kata sopan yang tertutur dengan baik dan tak bermaksud
melukai. Merupakan cerminan pribadi yang baik dan menyenangkan. Itulah
seharusnya sifat seorang muslim, laksana seekor lebah .
ya, seperti
seekor lebah yang selalu mengkonsumsi yang baik dan menghasilkan yang
baik pula. Dan jika seekor lebah hinggap pada sekuntum bunga, ia tak
akan pernah mematahkan tangkainya. Keren bukan ? harusnya begitulah
sifat seorang muslim. Tak pernah ingin meninggalkan luka untuk
saudaranya, baik dalam tutur kata, perbuataan, bahkan sangkaan. Hal ini
di lakukannya atas dasar keyakinan bahwa Allah Maha Lembut dan Maha
Mengetahui.
Untuk orang yang selalu berlemah lembut, Allah
menganugrahkan kelebihan yang tidak di berikan kepada orang yang
bersifat keras dan kasar. Diantara banyaknya mereka, ia yang selalu
dinanti kedatangannya, di rindu kehadirannya, dan di harapkan
keberadaannya, karena perkataannya sejuk bila di dengar dan mampu
menghapus gundah gulana serta lara. Itulah ia pemilik kelembutan.
Orang
yang lemah lembut tentulah memiliki banyak teman yang setia. Dalam
sebuah buku disebutkan bahwa banyaknya teman yang setia adalah seni yang
bisa dipelajari dari mereka yang beriman, baik, dan pandai. Mereka
selalu menjadi buah bibir karena kebaikan-kebaikannya. Dan mereka mampu
menyerap kebencian dalam diam dengan seribu doa kebaikan. right ?
Untuk sebuah lingkup yang besar, izinkan aku tuk memperkecil. Menyimpul kata demi kata dalam catatan Nah. Biasa dia, mengambil tema tentang dunia. Tentang milik kita bersama. Walau dalam realitanya setiap orang memiliki ukiran kata yang berbeda dalam menuliskannya. Dan menulis adalah cara terbaik untuk mencurahkan bentuk pikiran,yg tak terucap oleh lisan. "kau tak harus merasakannya, untuk menyelami kisahnya. Cukup baca dan ambil hikmahnya".Akhir seorang Nah,Bismillah,Semoga Bermanfaat :)
Selasa, 03 November 2015
apa kabar ? selalu kabar baik yang diharapkan namun sayang, apa yang diharapkan tak selalu jadi kenyataan. Upsss saya mulai melancholic. Hehe
okey, saya akui mulai kemaren saya melancholic. Rasanya gak nyaman,sungguh.
Dan dari rasa gak nyaman ini, saya mulai melirik laptop acer biru yang tersimpan rapi didalam tas.
Saya rasa, saya harus menulis. Rencananya sih tulisan ini untuk memotivasi diri sendiri, tapi jika bisa memotivasi orang lain kenapa engga gitu kan ya ? hehe
Saya mulai.
Didalam hidup ini kita akan selalu menemukan masalah, baik masalah skala kecil maupun masalah skala besar karena skalanya saja berbeda tentulah penanganannya juga berbeda. Dan potensi munculnya masalah itu bisa dari mana saja, termaksud dari kata-kata yang terucap.
Pernah dengar “mulut mu,harimau mu” ? itu tuh kata-kata yang ada di iklan dulu.
Saya pikir benar juga tuh iklan, harimau itu kan bisa menerkam kan ya ? begitu juga dengan mulut yang mengeluarkan kata-kata, bisa jadi kata-kata itu menerkam kepercayaan diri seseorang. Yang awalnya kepercayaan dirinya fine eehhh tiba-tiba jlook. Jatuh.
Hal ini merupakan masalah.
Masalahnya yaa apa yang harus kita lakukan saat berada diposisi seperti itu dan bagaimana kita untuk berdiri lagi saat berada di posisi itu kan ya ? karena jatuh pasti terasa tak enak.
Mungkin yang pertama dilakukan adalah Perbaiki niat. Apakah kita membangun kepercayaan diri untuk mendapatkan pujian manusia , ingin dilihat manusia? apakah kita membangun kepercayaan diri karena asas manfaat ? jika karena itu lekas perbaiki niat, karena landasan niat seperti itu sungguh lemah. Kenapa ? jika hanya ingin mendapat pujian manusia, sedangkan tipe manusia itu bermacam-macam dari sudut pandangnya, tentulah sering kali kita mendengar kata-kata yg bertentangan dengan ide yang kita ajukan. Nah lo, jika sikon ini kerap kita temui ,lama kelamaan kepercayaan diri kita terkikis tanpa ampun. Lalu, karena asas manfaat ? idih, ini mah juga landasannya sangat lemah. Kalau didalamnya tak ada manfaat lalu gak membangun kepercayaan diri gitu ? lama kelamaan juga terkikis sampai habis. Ngeri ya ? hehe
makanya, cari landasan membangun kepercayaan diri itu yang kuat sehingga walau badai datang menghadang, walau angin bertiup kencang, walau ombak di lautan meradang, walau walau walau apapun itu, kepercayaan diri kita akan selalu kuat. Kuat karena landasannya kuat. ALLAH. Dengan Allah, dalam kondisi apapun semuanya baik, dalam kondisi apapun semua ada hikmahnya.
Selanjutnya perbaiki kualitas pemahaman. Belajar dan terus belajar. Apapun itu, baik pengetahuan umum maupun khususnya pemahaman Islam. Dengan kualitas pemahaman yang rendah, semua terasa sulit, bagaimana gak sulit coba, jika masalah terus berkembang sedangkan pemahaman kita itu-itu saja, yaaa K.O. lah kita di buat. Hehe
Selanjutnya berani menerima kritik. Ini nih yang bisa bikin ekspresi wajah memerah, meungu,membiru bahkan memutih.hehe just kidding.
Tidak semua orang bisa menyampaikan kritik dengan baik, bahkan saya sendiri. Kadang kata-kata yang mungkin bisa meyakiti hati terucap tanpa atau dengan sengaja. Tapi inilah dunia kritik. Rentan salah kata, rentan salah ekspresi. Kita yang berada didalamlah yang harus pinter-pinter memilih dan memilah kata, kita yang berada didalamlah yang harus pinter-pinter bentuk ekspresi wajah. Saat memberi kritik upayakan kita tak meyalahkannya, hanya memperbaikinya saja. Mungki bisa kalimat awal ucapkan kata “maaf” terlebih dahulu. Serta Jaga intonasi, karena intonasi yang tinggi rentan memercikan api emosi yang dapat membakar baik yang memberi kritik maupun yang menerima kritik. Rumit yaaa ? namun tenanglah hal ini tak sesulit yang kita pikirkan kok walau juga tak semudah yang kita bayangkan. insyaAllah. Tetap lakukan perbaikan dalam dunia kritik dan yakini firman Allah “ maka sesungguhnya bersama kesulitan itu akan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu akan ada kemudahan”. Cukup.
Okey, semoga bermanfaat sis and bro
Kamis, 08 Oktober 2015
Be your self…..
Kita ini bagaikan gunung es. Apa yang
tampak dari diri kita lebih kecil dari
apa yang tersembunyi. Pada umumnya, kita semua memiliki dua kepribadian ada
yang nampak dan ada yang tersembunnyi. Orang-orang selama ini melihat diri kita
yang nampak, tetapi tak menutup kemungkinan juga sebagian orang mampu melihat
diri kita dengan kpribadian yang tersembunyi. Oleh karena itu, jadilah dirimu
sendiri dimana pun kamu berada, terlebih lagi saat bersama orang lain. Yang
terpenting adalah selalu berusaha memperbaiki diri dengan terikat dengan hukum
syara.
Dua orang tak mungkin pernah sama persis
dalam segala hal, termaksud tingkah laku dan kepribadian. Lantas kenapa kita
harus menjadi orang lain ? kitaberbeda dari orang lain. Jalani hidup ini
sebagaimana kita diciptakan. Pahami pertanyaan besar tentang dari mana asalmu,
untuk apa keberadaanmu,dan kemana akhirmu. Jangan kau ubah suaramu, jangan kau
ganti nada bicaramu, dan jangan kau buat-buat gaya berjalanmu. Lejitkan
potensimu tapi jangan sampai menghilangkan identitasmu sebagai muslim. Jika di
ibaratkan tumbuhan, tentulah setiap tumbuhan menghasilkan buah yang berbeda,
ada yang manis, hambar, bahkan pahit. Ada yang menjulang tinggi dan ada pula
yang pendek menyusur tanah. Demikianlah, jika kamu adalah apel
jangan sekali-kali berharap bisa menjadi anggur, karena kamu akan semakin indah
dan bernilai jika benar-benar menjadi apel ;)
Rabu, 08 Juli 2015
Solusi Tuntas , Gaul Bebas
Tingginya angka penderita
HIV/AIDS dan
kehamilan tak dikehendaki dikalangan remaja sejatinya di akibatkan oleh maraknya pergaulan bebas.
Menurut komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), bila tahun-tahun sebelumnya
penyebab utama HIV/AIDS adalah narkoba suntik, sekarang ini telah bergeser ke prilaku seks bebas dengan proporsi sekitar
55 persen. Pelaku seks bebas sebagiannya adalah remaja.
Dalam sistem demokrasi yang
menjamin kebebasan berprilaku saat ini,
Negara kehilangan nyali untuk mengatur
warga negaranya. Pasalnya, demokrasi mengharuskan untuk mengakomodasi semua kepentingan dan
kelompok, termaksud kelompok yang mengagung-agungkan kebebasan bertingkah laku.
Akibatnya, benar dan salah menjadi kabur, halal-haram tak dapat jelas
dibedakan. Sistem seperti ini pun menyeret ‘orang baik’ untuk berbuat maksiat
dan pelaku maksiat semakin kuat.
Tindakan gaul bebas juga tak
bisa dilepaskan dari banyaknya rangsangan seksual. Kecenderungan kepada lawan
jenis pada umumnya muncul apabila ada rangsangan. Banyaknya sarana yang
merangsang munculnya naluri seksual dapat dilihat dari mudahnya remaja
mengakses situs-situs porno yang turut menyumbang pengaruh negative pada
remaja. Karena itu yang perlu di lakukan
tentu saja membentengi individu dengan pemahaman yang benar melalui
penanaman nilai-nilai agama saja. Perlu juga mencegah munculnya rangsangan bagi
kecenderungan kepada lawan jenis.
Islam tidak mentoleransi
bentuk hubungan khusus antara laki-laki dan perempuan meskipun dilakukan secara
“sehat” ( tidak berorientasi pada hubungan seksual ). Hubungan khusus antara
laki-laki dan perempuan hanya boleh terjadi dalam ikatan pernikahan. Adapun
pada masa pra nikah, maka laki-laki dan perempuan di wajibkan tetap terikat pada hukum syariah. Mereka
tetap tidak oleh pacaran.
Dengan demikian, solusi bagi
pencegahan pergaulan seks bebas adalah dengan menerapkan hukum-hukum pergaulan
islam dan menjaganya dengan penerapan sistem islam oleh khalifah ( kepala
Negara), bukan dengan kondomisasi !
Dengan demikian, islam sebagai
solusi tuntas gaul bebas. Mari terapkan aturan-aturan di segala aspek kehidupan
termaksuk pergaulan.
Selasa, 09 Juni 2015
Hidup makin
terasa meredup. Masa depan makin suram. Masalah ekonomi makin runyam. Problem
keuangan makin sulit. Banyak persoalan membelit, pengangguran, utang banyak,
harga-harga naik, biaya pendidikan makin mahal, biaya kesehatan ditanggung sendiri
lewat BPJS yang sebetulnya asuransi. Begitulah yang dialami oleh sebagian besar
rakyat di negeri ini, saat ini.
Akibatnya,
tak sedikit orang yang di buat pusing. Banyak yang stress, depresi hingga
bahkan berujung bunuh diri. Di tengah ragam kesulitan yang membelit, akhirnya
banyak orang yg pesimis menghadapi masa depan. Hanya sedikit yang benar-benar
tetap optimis.
Di level
social, kesulitan demi kesulitan yang terjadi saat ini sebagian besar memang
sengaja di hadirkan oleh sistem yang kejam. Itulah neolibralisme menjadi pintu
masuk neoimperalisme. Akibatnya, nyaris mayoritas sumber-sumber kekayaan negeri
ini, yang notabene milik rakyat dan sudah seharusnya dinikmati oleh mereka,
kini berada dalam cengkraman para kapitalis baik swasta maupun asing. Akhirnya,
rakyat hanya bisa jadi penonton atas perampasan dan penjarahan kekayaan mereka
oleh para kapitalis tersebut. Mereka hanya bisa gigit jari.
Di level
pribadi, tentu setiap orang memiliki problemnya sendiri-sendiri yang berbeda
jenisnya maupun kadar atau tingkat kesulitannya. Ada yang susah cari nafkah.
Ada yang nelongso karena tak segera dapat jodoh. Ada yang kerap meratap karena
tak segera punya anak. Ada yang sedih karena di tinggal kekasih tercinta. Ada
yang merana di guncang karena prahana rumah tangga. Ada yang benci karena suami nikah lagi. Ada
yang di rundung malang karena terlilit banyak hutang. Ada yang resah karena belum bayar kontrakan
rumah. Ada yang gelisah menghadapi anak yang bermasalah. Ada yang
kalut karena bisnisnya bangkrut. Ada
yang galau dan demikian seterusnya.
Bagaimana
dengan kondisi pengemban dakwah ? yaahhh sama saja, hanya saja mereka juga
menghadapi masalah dakwah, yang tentu tak pernah dirasakan oleh mereka yang tak
berdakwah.
Problem
dakwah itu beragam, ada yang bersifat ideologis, sistemik hingga teknikal.
Tingkat kesulitannya pun bermacam-macam, ada yang ringan, sedang, sulit, dan
amat kompleks. Ada juga pengemban dakwah
yang ancapkali bergulat dengam problem internalnya sendiri seperti
kurang percaya diri, tak menguasai masalah, kurang tsaqofah, tak pandai
berkata-kata dan berargumentasi, tak mudah bersosialisasi, banyak mendapatkan
kesulitan saat kontak dakwah, apalagi saat menghadirkan massa dengan kouta yang
cukup besar, dsb.
Menghadapi
problem dan ragam persoalan dengan kerumitan dan tingkat kesulitan yang
berbeda-beda, haruskah seorang muslim menyerah ?? apalagi pesimis ??
Seorang
muslim sejati, seharusnya senang dan bergembira saat di hadapkan banyak
kesulitan. Kesulitan (kesulitan, baca
tantangan) seharusnya terus di cari dan di ciptakan. Mengapa ?
Alasanya
sederhana, karena Allah SWT sendiri telah berfirman : fa inna ma’al usri yusr[an], inna ma’al usri yusra ( sesungguhnya
bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada
kemudahan ) TQS al-Insyirah 94 :5 )
Menarik
sekali, dalam ayat di atas Allah SWT menggunakan kata ma’a
(bersama), bukan ba’da (sesudah). Mengapa demikian ?
alasannya, sebagaimana dinyatakan oleh imam ar-Razi dalam mafatih
al-ghaib, karena jarak dan waktu antara kesulitan dan kemudahan itu
sangatlah pendek sehingga seolah keduanya susul menyusul, berbarengan,
beriringan atau berdampingan. Selain itu, imam ar-Razi menukil sebuah hadis qudsi sebagaimana di tuturkan oleh Ibn
Abbas ra bahwa Rasul saw, pernah bersabda : “ Allah SWT telah berfirman :
khalaqtu ‘usr[an] bayna yusrayn. Fala yaghlibu ‘usyr[un] yusrayn. ( aku telah
menciptakan satu kesulitan di antara dua kemudahan. Karena itu tidak akan
pernah satu kesulitan bisa mengalahkan dua kemudahan).”
Subhanallah, makna ini sangat mendalam. Siapapun yang di
timpa kesulitan tidak perlu risau apalagi galau karena pasti kesulitan itu
datang bersama dengan atau didampingi dan dikawal oleh dua kemudahan.
Jadi,
buanglah segala pesimis, kerisauan dan kegalauan dalam menghadapi kesulitan
apapun. Justru saat kesulitan
menghadang, yang harus di tanamkan selalu dalam jiwa kita adalah sikap optimis,
yakin bahwa kemudahan akan segera datang. Yakinkan diri pada firman Allah SWT
dan optimislah J
Rabu, 01 April 2015
dengan ilmu kehidupan akan mudah....
dengan iman kehidupan akan indah....
Sebagai umat muslim (orang yang beragama Islam) kita memerlukan belajar secara teratur (long live education). Belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan InsyaAllah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia yaitu dengan ilmu kita dapat mencari nafkah untuk kebutuhan hidup.
Ilmu Adalah Bunga-bunga Ibadah
Kita harus memahami juga untuk apa kita hidup di dunia ini. Allah menciptakan makhluknya hanya untuk beriman dan bertakwa kepadaNya. Jadi semua hal di dunia yang telah dan akan kita lakukan, semua ditujukan hanya pada Allah. Cara-caranya adalah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Apakah perbuatan baik itu? Perbuatan baik adalah semua pikiran, perkataan dan tingkah laku yang berniat baik dan dilakukan dengan sikap-sikap terpuji untuk menciptakan kedamaian dan keindahan dalam hidup. Perbuatan baik adalah kunci dari ibadah. Baik ibadah kepada Allah maupun ibadah kepada manusia (termasuk pada diri sendiri). Dalam hal ini ilmu adalah salah satu perbuatan baik yang memiliki dampak positif. Dampak tersebut bisa diterima bagi penerima maupun pemberi ilmu. Itulah arti penting ilmu yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Setiap hal di dunia memerlukan ilmu. Sebab kelebihan yang dimiliki manusia adalah akal. Dengan akal maka manusia dapat berpikir dan mempergunakan pikirannya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Menuntut ilmu sebaiknya jangan dianggap kewajiban tetapi sebuah kebutuhan yang asasi dan sangat penting. Menuntut ilmu dapat mengembangkan pola berpikir seseorang sehingga dapat memudahkan dalam menjalani kehidupan. Orang yang menghargai ilmu dan mengamalkannya dengan baik maka hidupnya akan menjadi damai dan sejahtera. Tak jarang manusia menyepelekan ilmu sebab untuk menuntut ilmu memerlukan biaya dan waktu yang lama. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa membuka hati dan pikirannya untuk menerima ilmu. Apabila kita telah membuka hati dan pikiran kita untuk menerima bahwa ilmu itu ada dan berguna, maka dengan sendirinya diri kita akan terbiasa menuntut ilmu karena kebutuhan hidup selalu berkaitan dengan ilmu. Menuntut ilmu tidak akan terasa sulit. Karena pada dasarnya manusia memiliki minat dan bakat. Fenomena itulah yang seharusnya dipupuk untuk mengarahkan perjalanan kita dalam menuntut ilmu. Ilmu merupakan suatu hal yang obyektif dan fleksibel. Siapapun dan dimanapun dapat mempelajari ilmu. Entah itu ilmu yang berkaitan dengan sosial, budaya, ilmu pasti, moral, dan masih banyak lagi ilmu yang bisa kita pelajari. Menuntut ilmu akan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bila kita udah memahami makna menuntut ilmu dan telah membulatkan tekad untuk pantang menyerah dalam mengembangkan kemampuan demi memajukan hidup kita.
Segala kegiatan manusia di dunia pada hakikatnya adalah untuk menciptakan kehidupan yang indah. Bila diungkapkan dengan bahasa ungkapan maka dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan bunga-bunga ibadah. Ilmu merupakan penghias ibadah manusia kepada Allah, kepada sesame manusia dan kepada diri sendiri. Ketika ilmu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan diamalkan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang benar maka akan sangat indah manfaat yang diraih. Namun bila ilmu dipelajari dengan setengah-setengah dan dimanfaatkan semaunya tanpa tahu tujuannya benar atau tidak, maka ilmu itu akan merusak citra keindahan. Inilah yang sangat penting kita pahami agar tidak sembarangan mempergunakan ilmu dalam kehidupan kita. Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang dipelajari dengan niatan baik dan tulus untuk diamalkan di jalan Allah SWT melalui kehidupan umat manusia sebagai perantaranya.
Cerminan Akhlak Mulia Adalah Ilmu yang Baik
Akhlak kita sebagai umat muslim dapat dicerminkan dari perilaku kita sebagai insan penuntut ilmu. Apapun yang kita perbuat selama masih dalam norma yang benar maka akan menampakkan akhlak yang baik. Ilmu yang dimiliki seseorang dapat mencerminkan akhlaknya. Ilmu mengandung tatanan-tatanan yang sistematis dan mampu membentuk watak seseorang. Seperti apa ilmu yang dimiliki seseorang maka seperti itulah kira-kira cerminan akhlaknya. Insan muslim yang berilmu pasti akan memperlihatkan bentuk tingkah laku dan perkataan yang dapat diterima oleh akal sehat dan mencerminkan kesopanan serta pribadi yang baik. Misalnya adalah sikap disiplin, rajin, ramah, sopan, penyayang, suka menolong, hal-hal tersebut merupakan sikap seorang yang memiliki akhlak baik dan berilmu. Kita sebagai umat muslim harus senantiasa meningkatkan ilmu yang kita miliki dan mengembangkannya untuk masa depan. Dengan demikian kaum muslim dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi semua umat manusia di muka bumi ini. Berangkat dari tujuan di atas kita dapat menelusuri sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi : “lakum diinukum wa liyadiin” yang artinya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (surat Al-Kaafirun : 6). Ayat tersebut menerangkan bahwa agama Islam tidak dapat disamakan dengan agama manapun. Hal tersebut merupakan suatu pemahaman dasar tentang Islam yang harus kita garis bawahi. Namun untuk implementasi dalam kehidupan sehari-hari, tidak masalah bila kita sebagai kaum muslimin memeberikan contoh akhlak yang baik bagi umat manusia lain dari semua agama. Apa yang disebut amal di dunia ini didasari dengan ketulusan niat dan beramal tidak dibatasi untuk satu agama saja. Namun tetap harus berpegangan pada aturan-aturan agama Islam sebagai hukum dasar yang mengarahkan langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan bersama segala jenis manusia dan agama.
Dengan segala bentuk keadaan yang dijelaskan di atas, kita dapat menyimpulkan suatu pemikiran yaitu kita harus berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengurus masalah yang berkaitan dengang agama. Sebab hal-hal yang berhubungan dengan agama adalah asasi dan sensitif. Hal tersebut menyangkut keutamaan hubungan manusia dengan Allah, sehingga penerjemahannya dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh sembarangan. Kita tidak boleh asal-asalan menggunakan hukum Islam (Al-Qur’an maupun Al-Hadits) untuk membuat dalil-dalil tanpa disertai ilmu pengetahuan tentang Islam yang matang.
Mencari ilmu adalah kebutuhan yang akan menjadi kewajiban bila sudah ditanamkan dalam hati. Hal tersebut sangat penting karena akan menjadi bekal manusia di dunia dan di akherat. Islam dianggap sebagai agama pemersatu bangsa dan agama Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kita sebagai umat muslim akan menjadi orang yang merugi bila tidak menuntut ilmu. Sebab Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina”. Sabda nabi tersebut menunjukkan bahwa ilmu sangatlah berharga. Ilmu yang kita miliki baru akan berharga bila sudah diamalkan di jalan Allah. Dengan demikian kita akan mampu meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT.
Sabtu, 07 Maret 2015
Nak,jangan terlambat pulang
Awan mendung menyelimuti rumahku, bacaan-bacaan ayat suci
al-qur’an serta air mata yang mengalir berpadu tanpa dikomando menghasilakan
isakan yang pilu menyayat hati. Ku tatap wajah ayahku yang pucat dan tak
sadarkan diri,kugenggam erat tangannya berharap aku mendapatkan kekuatan dan
ketegaran darinya seperti dulu namun kini ku rasa genggamannya mulai
melemah,aku panik dan terus mengucapkan kalimat syahadat dan istigfar di kuping
ayah tersayangku. Ibu,adik,dan kakak ku tak kalah sedih. Mata mereka sudah
merah karena dari tadi menangis dan suara mereka mulai parau dan berat.
“yah, aku harus bagaimana ?” isak ku sedih sambil memandang ayah.
Dalam hatiku paling dalam aku rasa ini yang terakhir kalinya,entah kenapa. Aku
coba menampik perasaanku namun aku tahu pasti dari semua kepastian di dunia ini
salah satunya adalah kematian.
“Allah,
ampunilah dosa ayahku. Sayangi ia,lindungi ia,berilah ia kemudahan
Ia
pemimpin yag bertanggung jawab terhadap keluarganya, ia ayah yang baik hatinya
Allah,aku
mohon selamatkan ia…..” hatiku memohon kepada sang Maha Kuasa
Sepertinya Allah menjawab doaku,tangan ayah yang ku genggam erat
kini bergerak. Aku bingung. Ayah melakukan gerakan seperti orang yang hendak
memulai shalat. Ayah bertakbir, aku melihat dengan jelas gerakakan bibirnya
yang biru mungucap kalimat “allahu akbar” dan kulihat ia mencoba menarik nafas
panjang dan menghembuskannya. Setelah itu ia tak bergerak apapun. Turun-naik
perutnya yang kuruspun tak lagi ada. Ayah sudah tak bernafas.
“inalilahi wa inailahirajiun” kata ibu pelan sambil mengeluarkan
air mata dari mata yang sudah bengkak
“bu,ayah belum meninggal” kataku
gontai tak percaya
“ayahmu sudah kembali nak” kata ibu menyadarkanku
Ku lihat kakak dan adik ku yang memeluk ibuku, mereka menangis
dalam pelukan ibu ku sedangkan aku spontan berdiri namun keseimbangan tak
penuh,aku hampir jatuh. Ku lihat ayah. Ku cerna baik-baik apa yang kulihat, ku
pikirkan baik-baik, beberapa menit aku berfikir dan dengan hati yang guncang
serta pilu ku yakini kini ayah telah tiada,dan aku seorang anak yatim.
Aku berjalan menghadap jendela, ku telephon keluarga dan kerabat
jauh. Ku kabarkan bahwa ayahku telah meninggal. aku sambil menatap kosong
langit dan kulihat langit yang mendung perlahan-lahan menjauh dari atap
rumahku. Ayahku sepertinya mengikuti awan itu. Aku menangis
histeris,kesabaranku mulai luntur. ibuku datang mendekapku,aku terus menangis
dipelukan ibu.
“bu, rindu ayah….. aku gak mau ayah pergi”
“istigfar sayang,ayah milik Allah bukan milik kita. Kitapun nanti
akan kembali” ibu menasehati
“miftha anak ibu sayang….
Harus kuat nak” kata ibu jua menangis sambil memeluk ku sedangkan ke dua
saudaraku telah sadar dan mereka tak henti terus membacakan ayat-ayat qur’an
untuk melepas kepergian ayah.
“ibu….aku sayang ayah
sangat sayang “ kataku terisak-isak masih belum mampu melepas kepergian ayah.
Perlahan-lahan kenangan tentang ayah berputar dikepalaku dari awal sampai
akhir…..
Tahun 2000
Dengan seragam Sekolah Dasar aku siap berangkat menuju SD KARTIKA
V-5 Tanah Paser bersama ayah yang telah
siap mengantar mengunakan sepeda ontel kesayangannya yg berwarna hitam merk
polygon. Sepanjang jalan aku tersenyum karena hari ini hari pertama aku masuk
sekolah. Ku peluk pinggang ayah, selain karena aku takut jatuh lewat pelukan
ini jua aku ingin mengucapkan terimakasih pada ayah karena telah
menyekolahkanku. Sampai digerbang Sekolah Dasar KARTIKA V-5 ayah menggenggam
erat tanganku. Aku melihatnya,wajah yang tampan,kulit sawo mateng,hidung yang
mancung, warna mata yang coklat,rambut yang lurus,perawakan yang sedang serta
tinggi sekitar 170 cm lebih. Itulah sosok ayahku.
“ayah, nanti aku duduk dimana ?” kataku dengan polos bertanya
“cari bangku paling depan ya,agar mudah mengerti” ayah memberi
saran tapi nyatanya aku memilih bangku nomor 2 dari belakang karena menurutku
dengan disini aku tak akan mudah dimarahi oleh guru. Saat ayah melihat bangku
pilihanku,ia hanya tersenyum kepadaku.
Tak terasa sebentar lagi caturwulan yang pertama,aku belum bisa
membaca dan menulis. Ibu selalu mengajari menulis di waktu malam,namun aku
terlalu sulit untuk mengerti. Mungkin karena ajaran ibu ku yang terlalu
lembut,mungkin. Ada yang beda pada malam ini,ayah turun tangan langsung
mengajariku.bayangkan, ayah tak segan-segan berkata keras saat aku susah
mengerti. Entah kenapa aku cepat mudeng dengan cara ayah ini.
“tulis a-y-a-h” kata ayah dan aku mengikuti.benar
“tulis i-b-u b-u-d-I” kata ayah dan aku mengikuti.benar lagi
“tulis p-o-h-o-n” kata ayah dan aku menulis p-u-h-u-n
“huruf o mif, bukan u” kata ayah lembut kali ini dan aku
mengangguk
Esok haripun tiba, aku penasaran seperti apa sih ulangan
caturwulan pertama itu dan sebentar lagi pun aku akan mengalami keadaan ulangan
itu seperti apa. Bu guru memberi lembaran kosong yang harus isi oleh murid.
Dikte.
1. rahasiya rani → salah
2.bunga mawar yang indah→betul
3.puhun cemara tati→salah
4.di waktu malam akan ada bolan→salah
5.bulan dan balon nani berwarna hijau→betul
Itulah hasil ulangan caturwulan pertamaku, ayah tersenyum melihat
walau aku banyak melakukan kesalahan. Sebenarnya aku juga sedih tapi senyum
ayahku menghapus rasa sedihku. Aku rasa ia memaklumi kesalahan yang ku perbuat.
Waktu terus berjalan dan kini aku telah tumbuh menjadi perempuan
yang setengah ABG, Sekolah Menengah Pertama. Setelah melewati 6 tahun sekolah
dasar ditambah ujian segala macam,alhamdulilah aku masuk kesebuah sekolah
favorit yaitu SMPN 2 Tanah paser. Pertama aku masuk gerbang SMPN 2 untuk
melakukan pendaftaran,aku sudah kagum dengan lokasinya,ada apa dengan lokasinya
? karena sekolah ini berada di pinggir sebuah jalan dataran tinggi,jadi
lokasinya ada tanah-tanah yang tinggi namun ada tangga yang di bangun untuk sampai
ke daerah atau lokasi bangunan yang tinggi itu, di belakang sekolah ada hutan
yang memiliki pohon yang besar dan angin yang bertiup dengan sejuk. Kebayangkan
nyamannya belajar di temani angin yang sepoi-sepoi. Aku berharap sekali dapat
menjadi siswi di Sekolah nan sejuk ini. Kabulkanlah ya Allah….
betul,alhamdulilah aku lolos seleksi dan sekarang aku siswi
sekolah nan sepoi-sepoi. Seminggu sebelum masuk sekolah aku sudah membeli
peralatan sekolah,seragam,dan ada sebuah kejutan yang sangat membahagiankan,kakak
ku membelikanku sepeda polygon berwarna biru,ia membelikanku sepeda dengan
tujuan agar aku tak merepotkannya di pagi hari dengan meminta antar. Ada satu
hal yang membuatku terkejut. kawan,ternyata masuk Sekolah Menengah Pertama
tidaklah sama dengan awal masuk Sekolah Dasar, ada sebuah kalimat yang
merepotkan bagiku yaitu “MOS” atau Masa Orientasi Siswa,uuuhhh rasanya sebuah
kegiatan yang melelahkan tapi ada tujuan di balik kegiatan itu.
hari ini, hari minggu dan esok tentunya senin. Kami melakukan
rutinitas seperti biasanya ayah dan kakak
pergi berjualan ke pasar. Ayahku merupakan keturunan seorang anak
penjual yang bisa di katakan sukses di kampung halamanku,jadi berjualan adalah
bakat keturunan.hehe.
Jika di alur gang ku ada pemadaman listrik, aku sering minta
ditemani tidur oleh ayah dan ibu ku. pada saat- saat seperti itu, ayah kerap
bercerita kepada ku tentang pengalamannya berjualan. Dari jualan sayur keliling
sampai jualan makanan di kapal laut. Banyak kejadian lucu dan konyol yang kerap
menimpa ayahku misalnya, dulu ayah juga pernah menjadi penjual buah, karena
pada saat itu pengalaman pertama ayah, ayah masih belum terlalu mengerti berapa
jangka waktu buah itu akan bertahan jadi
ayah membeli sekitar 1 mobil penuh,sangat banyak. Alhasil, hampir separuh buah
itu lembek duluan dan tak bisa dijual dengan harga tinggi lagi.uhh ayah…
Jika ayah bercerita banyak tentang pengalaman berjualannya, aku
cepat sekali tertidur. Hal itu terjadi karena mungkin menurutku dulu, topik
yang ayah ceritakan sangat membosankan.haha.
Handphone ibu ku berbunyi
“assalamualaikum”
“inalilahi wa inailahirajiun, astagfirullah. Yuhapa ?”
“iih, kaina kami bulikan’’ mama ku mengakhiri pembicaran via
telephone dan ku kini ku lihat ibu menangis dan bingung. Aku sangat bingung,
namun beberapa menit kemudian ibu memeluk ku dan berkata “ nenek hulu mu,
meninggal mif”
“ya allah….” Kataku lemas. Sudah sekitar 3 tahun, aku tak pulang
ke kampung dan tak berjumpa dengan nenek,kini aku tak akan bisa berjumpa nenek
lagi. Aku menangis mengingat ciuman hangat nenek ku yang selalu ku dapat jika
aku pulang ke kampung. Sebenarnya aku paling tak suka jika pipi ku di cium tapi
nenek tak pernah minta izin jika ingin menciumku, mau tak mau aku hanya bisa
ternyum kepada nenek.
“ibu dan ayah akan pulang ke kampung kah ?”
“kita sekeluarga akan pulang” kata ibu, yang kini sibuk
menghubungi ayah dan kakak ku yang sedang berada di pasar.
Ayah dan kakak ku telah tiba di rumah, setelah berfikir sebentar
ayah memutuskan aku dan ayah akan tinggal di sini karena esok aku awal masuk
SMP. Ibu setuju.
Aku sedih karena tak bisa pulang ke banjar untuk menghadiri
pemakaman nenek tersayang ku.
Nenek yg ku sayang, semoga Allah menempatkanmu bersama orang-orang
yg beriman
Waktu berlalu, hari ini awal aku masuk sekolah. dalam kegiatan mos
kami di suruh menguncir rambut sebanyak 5 kunciran. Haha. Jam 5 subuh, aku meminta tolong ayah menguncirkan
rambut ku menggunakan tali rapia sebanyak 5 kunciran. Ayah terlihat bingung dan
lama sekali menguncir rambutku. Alhamdulilah, jam 7 ayah mengantarku pergi ke sekolah . Sampai gerbang SMPN 2 Tanah Paser, ayah menggenggam erat tanganku,
aku melihat wajah tampannya. Walau kerutan di wajahnya bertambah banyak dari 6
tahun yang lalu ketika ia mengantarkanku di gerbang SD KARTIKA V-5, namun ketampanan ayah ku tak pernah pudar di
mataku. Kepribadiannya yang bertanggung jawab dan penyayang membuatku bangga
menatapnya. Aku terseyum.
Waktu berlalu terus tanpa berhenti walau sedetik serta tanpa
kembali mundur walau sedetik pula. Banyak hal yang terlalui dan di lalui namun
dari semua hal itu kebersamaan ku dan ayahlah yang tak terasa. Dan kini, ayah
sekarang hanya bisa berdiam diri dirumah karena terkena stroke ringan. Langkah
yang dahulu cepat berubah menjadi lambat bahkan sangat lambat, bicara yang
panjang lebar pun berubah menjadi anggukan atau gelengan kepala saja. Ooohh ayahku sayang, sabarlah.
Sakitnya ayah berdampak buruk bagi ekonomi keluargaku, dari
ekonomi pas-pasan sampai ekonomi yang sekarat. Biaya pengobatan dan biaya hidup
kadang tak terpenuhi.uhhhh. kakakku berhenti sekolah dan mencari pekerjaan. Ku
lihat wajahnya, sendu dan pasrah namun ia tetap tersenyum saat pulang bekerja.
Aku bersyukur Allah menghadirkan sosok seperti kakak ku dalam kehidupan
keluargaku. Kakak yang bertanggung jawab dan rela berkorban.
Suatu hari, ketika aku pulang dari sekolah dan menjemput ade ku,
aku mendapat kabar yang mengejutkan. Rumah sahabat terbaik ku mengalami
kebakaran. Inalilahi wa inailahi rajiun. Tanpa pikir panjang, aku dan adeku
melancong menuju tempat sabahatku. Setelah sampai, ku lihat ia. Aku memberikan
dukungan dan memeluk sahabat tersayangku ini. Aku ikut menangis dalam
tangisnya. Semuanya terbakar habis, kecuali motor dan baju yang ia kenakan. Sabarlah sahabatku
Aku cukup lama berada di tempat sahabatku. ketika pulang ke rumah,
aku tak melihat ayahku. Aku bingung kemana ayah pergi, biasanya ayah hanya berada
di sekitar rumah untuk berlatih otot-otot kaki. Ku cari-cari di sekitar rumah,
tak ada ku lihat. Aku sangat khawatir namun aku bingung mencari ayah kemana
lagi.
Pikiranku melayang kemana-mana. Mungkinkah ayah pergi dari rumah ?
mungkinkah ayah pulang ke kampung ? tapi kenapa ayah tak memberi tahu kami.
Atau mungkin ayah, pergi ke pasar menemani ibu ku berjualan, tapi tak mungkin.
Ayah kerap mengalami sakit kepala jika berada di tempat yang bising. Akhirnya,
dari pada pikiranku melayang entah
berpikir apa, sebaiknya aku menunggu ayah. Ya, aku menunggu ayah tepat di depan
pintu. Kawan, menunggu depan pintu ini sebenarnya adalah tindakan yang selalu
ayahku lakukan ketika menunggu ibu ku pulang dari pasar, menunggu kakak ku
pulang dari kerjaan, atau menunggu aku
dan ade ku pulang dari sekolah. Mungkin, ayah terlalu bosan jika lama
berada di dalam rumah. Lama aku dan ade ku menunggu di depan pintu, dari jauh
ku lihat ayah berjalan pelan turun dari ojek. Aku berlari menjemput ayah ku dan
ku lihat wajahnya yang sawo matang terlihat merah karena ke panasan, ku lihat juga
keringatnya yang mengalir dari dahi.
Aku sangat khawatir melihat kondisi ayahku seperti ini, sesampai
di rumah aku bertanya kepadanya.
“ayah, dari mana ?”
“ayah dari sekolahmu,mif”
“ayah,ngapain ke sekolah mifta ? mifta udah pulang jam 2 tadi”
“ayah, mencari kalian. Sampai jam 4 ayah tunggu. Mifta dan asya
belum pulang” kata ayah menjelaskan dengan wajah yang khawatir.
“maaf, yah….” Aku berkata pelan, aku merasa sangat bersalah karena
membuat ayah sangat khawatir, membuat ayah menunggu lama, dan membuat ayah
sampai berjalan mencari ku dan ade ku. ku hidupkan kipas angin agar ayahku
berhenti kepanasan, ku buatkan teh panas dan nasi goreng karena ku tahu pasti
ayah sangat lelah dan kehabisan tenaga. Setelah makan dan duduk sebentar, ayah
tertidur dengan pulas. Ku memandang ayah sekilas. Sungguh, aku merasa sangat
bersalah dan pada saat itu aku berjanji tak akan membuat ayahku khawatir lagi,
aku akan selalu memberitahu ayah dan meminta izin jika hendak pergi atau
terlambat pulang.
Begitulah ayahku, ia selalu berkata agar jangan terlambat pulang
dan memberi tahu jika terjadi sesuatu.
Kini, kata “jangan terlambat pulang” yang sering ayah ucapkan
padaku dan kepada saudaraku begitu segar di ingatan dan mengakhiri ingatan
memoriku tentang ayah. Air mataku masih
mengalir deras bak air terjun, ibu masih memeluk ku dengan erat.
“mari kita makam kan ayah” ajak ibu sambil mengelus kepalaku
Segala proses telah selesai, adzan ashar telah berkumandang. Para
keluarga, sahabat, dan kerabat ayah sudah melakukan sembahyang jenazah. Kini,
kami semua harus mengantarkan ayah ke pembaringan terakhirnya.
Perlahan tapi pasti tanah-tanah itu menutup wajah ayahku. Aku
menahan air mataku. Jantungku berdetak
kencang, hati ku terasa tak karuan,
otot-otot kaki ku terasa lemah. Tatapanku hanya tertuju pada badan ayah yang
mulai tak terlihat. Allah……..
Kini ayah telah pulang. Pulang
yang berarti kembali. setelah perjalanan panjang, ayah kembali kepada
pemilik jiwa. ALLAH.
Ayahku…..
November 2013
Terkadang
engkau mencintaiku dengan cara yang membuatku takut
Terkadang
engkau menjagaku dengan cara membuatku terkurung
Tetapi…. Kini
aku rindu dengan semua caramu
Ayah,rindu ini
hanya ALLAH yang tahu
Betapa rapuhnya aku kadang kala menghadapi badai
hidup yang silih berganti tanpa jeda
Betapa lemahnya
aku dalam mengambil sikap untuk menjadi tegas, setegas dirimu.
Ayah,kini ku
lihat engkau semakin lemah
Betapa
hancurnya aku melihat keadaan ini,aku ingin kesembuhanmu
Betapa takutnya
aku jika aku menjadi seorang anak yatim.
februari 2014
Ketakutan itu
kini sudah ku alami, sejak 3 Januari 2014 aku adalah seorang yatim…
Allah swt lebih
menyayangi ayah dari pada aku dan kelurgaku.
Ayah… semoga
engkau selalu dalam buaian rahmat sang Pencipta
Ayah… semoga
engkau bersama dengan rasullulah yang
mulia
Ayah…semoga
engkau berada di tempat terindah
Rabbigfirli
waliwalidayah warhamhuma kamma rabbayanisyagiro.aamiin
Anakmu
Langganan:
Postingan (Atom)
https://twitter.com/tina_mareta
