Selasa, 14 Januari 2020


UNTUK MU 180
Rindu MihrimaH
Salam untuk mu, assalamualaykum
Aku ingin kau tahu, aku rindu….

Sebuah janji membuat tangan ku terulur dan niat yang menggembung. Tentang apa yang dikatanya, tentang sebuah pesan terusan yang akan di teruskannya, hanya itu, tak menjanjikan apa pun lagi, bahkan katanya jika tak berhasil, tak usah sedih lagi, namun tugas mu coba lagi. Hmm… menarik nafas, tentu, karena kurasa pun ia tahu tentang bagaimana mengawali. Tertantang, namun apa salah nya jika ku coba, toh dalam takdir yang sedang ku jalani ini aku sedang mendapat tugas menunggu, menunggu seorang asing yang aku tak tahu. Aku ingin mmembawa dia kepikiran ku, dan kau tahu ? banyak hal yang sudah aku pikirkan, Alhamdulillah, bukan hanya tentang diri ku, tapi tentang beberapa orang yang di wajibkan kepada ku. Di amanahkan kepada ku lalu kau ? ikut hadir pula ? yaa Allah… ku mohon, sembunyikan ia dari pikiran ku, setidaknya seratus dua puluh hari ke depan. Jika itu telah tiba atas izin Mu, duhaai Raahmaan, biarkan aku membuka kado.Hehe.
.
.
Day 1 : Kisah Negeri Ajaib

Membuka laptop dengan pembuka kata, kedip-kedip mata, cap-cap kan mata, tak mdah memang menatap layar di ujung senja, setelah beraktivitas sepanjang hari, membawa tumpukan buku dengan jumlah dua puluh lima an , setiap buku berisi banyak point, secara garis besar terbagi menjadi tiga terlebih dahulu, tentang Akhlak di pagi hari, tentang aktivitas di tengah hari, dan tentang akhlak di sisa hari. Setiap garis besar berisi delapan sampai tujuh aktivitas. Angka satu untuk melaksanakannya dan angka nol untuk tidak melaksankannya. Oh ya, aku pernah mengisahkan tentang hal ini kepada mereka.
Begini kisahnya “ pada zaman dahulu kala, di negeri serba ajaib, semua serba ajaib, setiap benda ajaib, setiap orang bisa melakukan hal-hal yang di luar kemampuan mereka intinya mereka ajaib, karena mereka memiliki sihir yang wah yang membuat mereka semua serba mudah. Jika mereka ingin madu, mereka ucapakan kata dan taraaa madu itu ada. Jika mereka ingin pergi tanpa melangkahkan kaki dan taraaa mereka sampai dengan tujuan tanpa tapi. Menyenangkan sekali bukan dunia ajaib ini ? pasti. Namun hal ini tidak berlaku dengan seseorang ini. Karena apa ? Ia tak memiliki kemampuan ajaib seperti kebanyakan orang di negeri ajaib ini. Dan yang lebih menyakitkan lagi, dia adalah seorang pangeran di negeri ajaib tersebut. Tentu saja, ia menjadi sorotan tiap masyarakat di negeri ajaib itu. “kasihan sekali,padahal ia adalah anak raja dan ratu yang hebat di negeri ajaib ini” begitu bisik-bisik tiap orang dalam memandangnya. Dan dengan tertunduk lesu, sang pangeran selalu mendengarkan hal ini. Hal ini membuatnya sedih, mengapa ? karena ia berbeda dari orang lainnya. Sampai pada suatu hari, di bangunnya pagi , ia katakana pada diri, bahwa diri ku adalah yang terbaik dalam diri ku. Secerah cahaya pagi seperti itu pula warna semangatnya, sehangat terik pagi seperti itu pula hangat senyumnya. Ia memuutuskan akan merubah dirinya. Jika ia tidak terlahir seperti orang ajaib maka biarkan dia yang mmemberikan keajaiban. Begitu katanya dengan senyum tekulum di wajahnya.
Maka, pergilah ia membuat sebuah buku, buku yang berisi ragam aktivitas dalam dirinya, buku yang berisi prilaku-prilaku terpuji untuk manusia pada umumnya, misalnya, berbicara sopan kepada sesama, antri saat berada dalam banyak ragam manusia, atau tersenyum dan berkata pujian serta nasehat kepada kawan, lalu membersihkan diri tepat pada waktunya dan banyak lagi banyak hal-hal positif yang di tulis sang pangeran dalam bukunya. Ia terus menggunakna bukunya, angka satu untuk aktivitas yang ia lakoni dan angka nol untuk aktivitas yang ia tidak lakoni.
Beberapa hari berlalu, sang pangeran masih dengan rutinitas aktivisat kebaikan-kebaikan yang telah ia tuliskan di dalam buku itu. Hingga bulan terlalu berlari jauh, sampai pada tahun, tahun pun ikut serta melompat jauh, kini pangeran telah berusia  dua belas tahun. Enam tahun telah berlalu. Buku masih dan akan tetap terisi angka satu. Pangeran tumbuh dengan sosok penuh kebaikan dan kedisplinan yang luar biasa tinggi. Kemampuannya di akui karena bisa tanpa sebuah sihir. Jika orang ajaib bisa bertemu dalam sekejab dengan sihir untuk menemukan informasi, maka si pangeran membuat hp untuk mempermudah informasi. Jika orang ajaib  bisa langsung makan tanpa membuat makanan dengan sihir, maka si pangeran membuat makanan instan tanpa membuat makanan dengan lebih ribet.
Berkat kedispilinannya, pemikiran dan ide kreatif pangeran berjalan dengan sangat maksimal, pangeran juga memiliki tubuh yang sehat karena melakukan semua- mua nya dengan menggunakan anggota tubuh, berbeda dengan para masyarakat ajaib pada umumnya, mereka terlihat lemes karena jarang menggunakna anggota tubuhnya bergerak, bahkan ada yang kaku saat menggerakkan kaki untuk berjalan, apalagi berlari, ciih boro-boro. Ternyata sihir membuat mereka menjadi orang yang pemalas.
Hingga suatu hari, bencana dan wabah menyerang negeri ajaib, wabah yang membuat semua kemampuan ajaib di negeri ajaib hilang, sihir mereka lenyap di sedot wabah hitam, di  tenggelamkan di tempat semua planet terkubur dan terbuang. Negeri ini terguncang namun dengan bijak raja dan ratu memberi penguatan dan nasihat untuk menjalani hidup tanpa sihir.
Raja dan ratu serta segenap masyarakat negeri ajaib meminta dan memohon kepada pangeran agar sekiranya meminjamkan bukunya untuk di gunakan oleh mereka. Agar mereka ingin belajar menjalani hidup tanpa sihir dan mereka telah melihat seseorang bisa hidup tanpa sihir bahkan menjadi luar biasa disiplin sama seperti sang pangeran nan sehat dan cerdas.

Anak-anak murid ku bertepuk tangan saat mendengar kisah ku, yupz, tentang ini, tentang buku mutabaah yang salalu aku isi setiap hari. Sangat lucu bukan ? sekarang anak-anak sangat menyukai buku mutabaah tersebut, kata mereka “ in adalah buku pangeran”. Hehe. Agar kalian tahu saja ya, bahwa buku ini, buku mutabaah merupakan buku penghubung antara guru dan orang tua. Guru mengisi aktivitas anak-anak saat di sekolah dan orang tua mengisi aktivitas anak-anak saat di rumah. Bekerjasama lewat buku. Jika dahulu anak-anak selalu memandang buku ini adalah buku ‘pengaduan’ antara guru kepada orang tuanya atau antara orangtua kepada gurunya, maka kali ini, mereka memnadang bahwa ini adalah buku seorang pangeran yang awal mulanya di anggap biasa saja hingga akhirnya menjadi seorang pangeran yang sangat luar biasa, seseorang yang mampu merubah hal biasa menjadi hal luar biasa dengan usahanya. Begitulah kisahnya, kita semua mampu membuat berbagai keajaiban dengan kedisiplinan.

Sekian Day 1 Untuk mu.

Rabu, 01 Januari 2020


Simpul Masehi

Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah…Shahih Muslim

Tak ada yang tersia, begitu bisik ku, tiap kali berada di ujung jalan yang terasa buntu lagi gelap. Namun tak apa, jalan tetaplah sebuah jalan, ia akan menghantar pada akhir, bukan ?
Dan kini, aku berada di seperempat abad waktu Indonesia tengah. Sungguh, waktu berlari begitu cepat, meninggalkan jalan yang masih segar rasanya di ingatan. Dimana orang-orang lalu lalang hulu hilir menorehkan kisah. Kali ini, izinkan aku menyampaikan simpul masehi di sembilanbelas ini.

Jika ada ada seseorang yang menunggu mu, menatap ke arah mu, lalu tersenyum padamu, maka ia lah orang yang sangat menyayangi mu, sangat, bahkan rela membawamu kedalam tanggung jawabnya, berhadap langsung pada Tuhannya. Ia lah ayah mu. Yang doanya begitu terucap sampailah pada ujung langitNya, melintas pesat melewat sisi-sisi takdir yang terangkum dalam lauhuf mahfudz Nya.

Apakah itu jawaban yang cukup tuk menjawab pertanyaan mu Nah ?

Tahun ini, aku bertanya tentang apa itu takdir ? apa itu kesempatan ? dan apa itu cinta ? ayolah, ini adalah pertanyaan yang cukup normal disaat ini. Aku  sedikit malu tapi inilah pertanyaanku. Hehe.
Setiap kita di berikan dua area yang dengannya berarti kau sedang hidup di dunia yaitu area yang dapat di kuasai dan area yang tak dapat di kuasai. Kau tak dapat memilih terlahir dari ayah dan ibu mana bukan ? lalu saat malam minggu kau bisa memilih akan pergi ke masjid atau ku Kafe atas izinNya bukan ? itulah gambaran dua area. Tak ada perhitungan tuk area yang tak dapat di kuasai tapi tidak dengan area yang dapat di kuasai, dengannya ada hisab, ada standar hukum syara dalam tolok ukur perbuatan lagi didalamnya ada balasan walau sebesar atom pun.

Tak mudah memang memahami semua hal dengan logika namun tak mudah pula bila semua berukuran logika, libatkanlah Allah atas segala hal.  Yap, libatkanlah Allah. Itulah yang menjadi titik terang dalam tiap tanya ku di tahun ini. Tentang takdir, kesempatan, dan cinta. Deretan kisah ini menyeretku dalam ingatan lalu, saat hujan dan aku terguyur didalamnya, menatap langit, mengayuh sepeda, dan bicara dengan banyak mimpi walau adik ku protes,namun ku katakana “Allah tidak akan merendahkan hamba yang menerima takdirNya”. Aku masih sangat labil waktu itu, kini ilmu itu adalah tentang berbaik sangka pada Allah. Alhamdulillah. Itu lah takdir.

Lalu bagaimana dengan kesempatan ? bukankah aku selalu merasa terlambat dalam mengambil kesempatan? ku akui, semua terangkum dalam proses. Semakin kau banyak belajar maka semakin kau cepat mengambil kesempatan, walau telah gagal kau kan tetap melihat kesempatan itu tetap ada. Kesempatan adalah bagian dari orang-orang yang mau tetap bersabar dalam tiap ikhtiarnya, ia tak akan pernah melupakan Tuhan nya, tak akan, bukankah bersama Allah tiap ujung harapan ? kalaupun kau tak dapatkan maka cukup tutup mata mu, mudah mudahan inilah kesempatan itu. Kita tak pernah tahu baik dan buruk sebuah kesempatan bukan ? Lihatlah manusia yang memiliki batas dan kita adalah manusia. Aku tak mengajarkan diri ku menyerah tapi aku mengajarkan diriku berusaha sampai akhir kemampuan, jika selesai,  maka di depan adalah yang terbaik.

Cinta ? duuhh, inilah sebuah kata yang seribu pujangga pun tak habis menafsirkannya, tak ada definisi yang sempurna tuk cinta dalam berbagai peristiwa, tak ada pula pengertian yang paling akurat jika tertuju pada manusia. Lagi, manusia itu mudah sekali labilnya, mudah sekali tergoda dan lalainya, kecuali manusia yang taat pada Rabb-nya. Duhaai Allah yang maha penyayang, sayangilah daku. Aamiin

Libatkanlah Allah atas tiap pertanyaan, karena itu akan menghantarkanmu pada jawaban.

Segala puji hanya untukMU Tuhan seluruh alam yang maha pengasih lagi maha penyayang nan maha agung lagi bijaksana. Salam selalu tercurah pada engkau wahai nabi Allah, Muhammad yaa habibi. Jadikan apa yang di hidup ku ini penuh dengan keberkahanMU lalu jadikan aku sebaik pelajar yang mampu belajar dari kehidupan yang telah di beri kemudian izinkan aku menceritakan dan menuliskan, hingga mereka tahu, sungguh, KAU Maha Baik.


Ditulis, 31 Desember 2019
Berharap Ridho MU
Martinah

twitter

https://twitter.com/tina_mareta