Rabu, 01 Januari 2020


Simpul Masehi

Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah…Shahih Muslim

Tak ada yang tersia, begitu bisik ku, tiap kali berada di ujung jalan yang terasa buntu lagi gelap. Namun tak apa, jalan tetaplah sebuah jalan, ia akan menghantar pada akhir, bukan ?
Dan kini, aku berada di seperempat abad waktu Indonesia tengah. Sungguh, waktu berlari begitu cepat, meninggalkan jalan yang masih segar rasanya di ingatan. Dimana orang-orang lalu lalang hulu hilir menorehkan kisah. Kali ini, izinkan aku menyampaikan simpul masehi di sembilanbelas ini.

Jika ada ada seseorang yang menunggu mu, menatap ke arah mu, lalu tersenyum padamu, maka ia lah orang yang sangat menyayangi mu, sangat, bahkan rela membawamu kedalam tanggung jawabnya, berhadap langsung pada Tuhannya. Ia lah ayah mu. Yang doanya begitu terucap sampailah pada ujung langitNya, melintas pesat melewat sisi-sisi takdir yang terangkum dalam lauhuf mahfudz Nya.

Apakah itu jawaban yang cukup tuk menjawab pertanyaan mu Nah ?

Tahun ini, aku bertanya tentang apa itu takdir ? apa itu kesempatan ? dan apa itu cinta ? ayolah, ini adalah pertanyaan yang cukup normal disaat ini. Aku  sedikit malu tapi inilah pertanyaanku. Hehe.
Setiap kita di berikan dua area yang dengannya berarti kau sedang hidup di dunia yaitu area yang dapat di kuasai dan area yang tak dapat di kuasai. Kau tak dapat memilih terlahir dari ayah dan ibu mana bukan ? lalu saat malam minggu kau bisa memilih akan pergi ke masjid atau ku Kafe atas izinNya bukan ? itulah gambaran dua area. Tak ada perhitungan tuk area yang tak dapat di kuasai tapi tidak dengan area yang dapat di kuasai, dengannya ada hisab, ada standar hukum syara dalam tolok ukur perbuatan lagi didalamnya ada balasan walau sebesar atom pun.

Tak mudah memang memahami semua hal dengan logika namun tak mudah pula bila semua berukuran logika, libatkanlah Allah atas segala hal.  Yap, libatkanlah Allah. Itulah yang menjadi titik terang dalam tiap tanya ku di tahun ini. Tentang takdir, kesempatan, dan cinta. Deretan kisah ini menyeretku dalam ingatan lalu, saat hujan dan aku terguyur didalamnya, menatap langit, mengayuh sepeda, dan bicara dengan banyak mimpi walau adik ku protes,namun ku katakana “Allah tidak akan merendahkan hamba yang menerima takdirNya”. Aku masih sangat labil waktu itu, kini ilmu itu adalah tentang berbaik sangka pada Allah. Alhamdulillah. Itu lah takdir.

Lalu bagaimana dengan kesempatan ? bukankah aku selalu merasa terlambat dalam mengambil kesempatan? ku akui, semua terangkum dalam proses. Semakin kau banyak belajar maka semakin kau cepat mengambil kesempatan, walau telah gagal kau kan tetap melihat kesempatan itu tetap ada. Kesempatan adalah bagian dari orang-orang yang mau tetap bersabar dalam tiap ikhtiarnya, ia tak akan pernah melupakan Tuhan nya, tak akan, bukankah bersama Allah tiap ujung harapan ? kalaupun kau tak dapatkan maka cukup tutup mata mu, mudah mudahan inilah kesempatan itu. Kita tak pernah tahu baik dan buruk sebuah kesempatan bukan ? Lihatlah manusia yang memiliki batas dan kita adalah manusia. Aku tak mengajarkan diri ku menyerah tapi aku mengajarkan diriku berusaha sampai akhir kemampuan, jika selesai,  maka di depan adalah yang terbaik.

Cinta ? duuhh, inilah sebuah kata yang seribu pujangga pun tak habis menafsirkannya, tak ada definisi yang sempurna tuk cinta dalam berbagai peristiwa, tak ada pula pengertian yang paling akurat jika tertuju pada manusia. Lagi, manusia itu mudah sekali labilnya, mudah sekali tergoda dan lalainya, kecuali manusia yang taat pada Rabb-nya. Duhaai Allah yang maha penyayang, sayangilah daku. Aamiin

Libatkanlah Allah atas tiap pertanyaan, karena itu akan menghantarkanmu pada jawaban.

Segala puji hanya untukMU Tuhan seluruh alam yang maha pengasih lagi maha penyayang nan maha agung lagi bijaksana. Salam selalu tercurah pada engkau wahai nabi Allah, Muhammad yaa habibi. Jadikan apa yang di hidup ku ini penuh dengan keberkahanMU lalu jadikan aku sebaik pelajar yang mampu belajar dari kehidupan yang telah di beri kemudian izinkan aku menceritakan dan menuliskan, hingga mereka tahu, sungguh, KAU Maha Baik.


Ditulis, 31 Desember 2019
Berharap Ridho MU
Martinah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

twitter

https://twitter.com/tina_mareta