Kamis, 27 November 2014

Biografi Buya Hamka

Buya Hamka lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA.


Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.

Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah(tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga Darjah Dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padangpanjang pada tahun 1929. HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padangpanjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui pertubuhan Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 apabila beliau menjadi anggota parti politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang kemaraan kembali penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerila di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA dilantik sebagai ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun1966, HAMKA telah dipenjarakan oleh Presiden Sukarno kerana dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mula menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an lagi, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.

Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelaran Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno daripada pemerintah Indonesia.

Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

Sumber :  http://gurupintar.ut.ac.id/component/content/article/175-falsafah-sebagai-penjelasan-hidup--buya-hamka-.html

Rabu, 26 November 2014

Apel hijau merupakan salah satu dari berbagai ragam apel yang ada di dunia. Jenis apel satu ini juga merupakan apel yang lumayan digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh ciri khas rasa yang dimilikinya. Jika umumnya rasa apel adalah manis maka lain halnya dengan apel hijau, apel hijau ini memiliki rasa asam di balik rasa manis yang dimilikinya. 

Jadi, apel ini memiliki dua rasa dalam satu buah. Selain itu, mungkin baru sedikit orang yang tahu bahwa ternyata apel hijau juga bisa dijadikan jus. Jus apel hijau mungkin terdengar aneh, tetapi rasanya sungguh menarik. Coba saja Anda buktikan sendiri.
Seperti halnya jus-jus lain, jus apel hijau juga dibuat dengan teknik cara pembuatan yang sama. Keunikan yang muncul mungkin hanya pada jenis apel yang digunakan saja. Jika pada umumnya apel yang biasa digunakan untuk jus adalah apel yang berwarna merah dengan rasa yang manis, kali ini jenis apel yang akan di jus adalah apel hijau dengan varian rasa asam manis yang dikandungnya.

Berikut ini adalah cara pembuatan jus apel hijau:

  1. cuci buah apel hijau hingga bersih lalu kupas menjadi bagian-bagian yang kecil,
  2. masukan air secukupnya ke dalam blender sesuai dengan jumlah apel hijau yang digunakan,
  3. jika ingin, Anda bisa menambahkan es batu untuk membuat jus Anda terasa lebih segar,
  4. jika ingin, Anda bisa menambahkan pemanis lain ke dalam jus Anda, seperti gula aren, gula kelapa, atau gula batu, usahakan hindari gula pasir dan madu karena gula yang disarankan memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi,
  5. giling semua bahan tersebut dengan menggunakan blender dan tunggu hingga mencair,
  6. Setelah mencair jus bisa segera dikonsumsi.
Pada umumnya cara membuat jus apel hijau sama halnya dengan membuat jus-jus lainnya. Perbedaannya sebenarnya terletak pada manfaat atau khasiat yang terkandung pada masing-masing buah yang akan di jus. 

Misalnya manfaat apel hijau untuk kesehatan, di antaranya, menyehatkan saluran pencernaan, merupakan sahabat diet yang baik, menyehatkan kulit, melindungi kesehatan organ dalam tubuh, menetralkan jumlah kolesterol dalam tubuh, mencerdaskan otak, mencegah dari kanker payudara. 

sumber : http://resep-saya.blogspot.com/2014/09/resep-cara-membuat-jus-apel-hijau.html

Selasa, 25 November 2014



Hello to my star….
 
Bolehkah aku bertanya kepadamu ?
Apakah sekarang kamu lebih bersinar ?
Akankah kita akan bertemu di jalan yang diridhoi-Nya ?

Teng…teng…teng…. Bel sekolah berbunyi tanda semua siswa wajib berada didalam kelas walau ada atau tidak adanya guru,yang terpenting masuk kelas. Sambil menunggu kedatangan bu guru,aku hanya duduk dibangku pojok dekat jendela sambil memandang pemandangan hutan dibelakang sekolah. Pepohonan yang hijau,angin yang berhembus di sela-sela daun yg bergoyang,langit yang biru cerah,serta terik matahari yang berkisar sedang untuk wilayah tropis seperti kabupaten bulo sangat pas dengan suasana hatiku yang sedang letih menghadapi persoalan hidup bak benang kusut yang rumit.
Aku ariyani nafshiyah kelas 10c SMA01 Kabupaten Bulo,tak ada yang istimewah dalam hidupku. Selama ini kegiatan ku mencakup 2 hal jika tak bekerja yaa bersekolah. Aku bukan seperti teman-teman yang lainnya yang bisa bebas berkelana sana-sini, nongkrong beberapa jam, jalan-jalan mengelilingi kabupaten,dan sibuk privat jika di luar sekolah. Bukan berarti hidupku tak istimewah seperti teman-temanku yang lain, jalan hidupku hanya sedikit berbeda dan sedikit berat namun aku yakin justru dibalik kehidupan yang sedikit berat itu lah aku merasa hidupku yang di karuniakan Allah itu istimewah. Tanya kenapa ? aku akan coba jawab ;)
“Assalamualaikum,selamat siang anak-anak. Buka buku 20 menit setelah itu kita ulangan kimia. Waktu di mulai “ ucap bu tari tanpa beban,padahal bagi murid-murid yang tak memegang buku tadi malam sungguh sebuah beban yang berat,tak ada remidi. Jika nilai jelek,berwarna merahlah angka di rapot,dan ujungnya panjanglah ceramah orang tua di rumah.
“ahhhh,mudahan ingat materi kemarin” kataku pesimis karena jujur aku tak membaca buku tadi malam namun aku mengerjakan sendiri tugas kimia,mudahan sedikit kejujuran mengerjakan tugas yang diberikan mampu membawa sedikit keberuntungan. Nilai pas standar juga tak apa.
20 menit bagaikan kilat, aku hanya merasa seperti di beri waktu 5 menit,wuuiihhh jika dalam keadaan mau ulangan gini,nyesal deh jika tak membaca tapi semua sudah telanjur kini faktanya ulangan harus di hadapi, soal harus di cermati,dan jawaban jangan di nanti karena menyontek merupakan suatu bentuk kecurangan yang di benci illahi. Trreengggg, ulangan di mulai dan para murid mulai bekeringat karena harus berusaha mendapatkan jawaban baik dengan cara berfikir atau dengan cara yang lain. Aku sudah mulai bekeringat dan yang paling membuat khawatir aku baru menjawab 3 soal dari 10 soal. Ulangan selesai dan tiba-tiba  teman di bangku ketiga dari sebelah kanan menyapa.
Gimana tadi nafs, ulangannya ?
Lumayan meras kepala,kamu ?
Meras,emang jemuran ”kata Mario sambil menahan senyum yang membuatnya terlihat lebih ganteng dari biasanya. Mario teman sekelasku dari kelas 7, kami selalu sekelas namun baru tahun ini kami saling lebih kenal. Ia anak yang humoris walau kadang menyebalkan, ia anak yang pintar juga supel, dan ia terlalu eksis dengan kepandaiannya bermain basket dimana ia pun berada. 85 nilai buat prestasi dan kpribadiannya. Aku mulai mengaguminya saat mengenalnya tetapi aku tak punya ruang untuk mendapatkan hatinya karena pekerjaan untuk bertahan yang telah mengambil ruang kosongku.
“Aku bisa minta no hp mu kah ?”
“Adohhh, hp ku di pake kakak ku yo”
“Masa selalu di pake, curiga kamu gak punya hp ya ?”
“Hp ku lagi di pake yo,jangan sok sibuk betul jadi orang” aku nyeletuk tapi tanpa maksud apapun.
“iissss,, jelek”
“kamu ! aku mau istirahat” kataku beranjak pergi namun tak lupa aku menyubit lengannya dan tak lupa juga setelah menyubit aku harus berlari jika tidak ia akan membalasku dengan cubitan yang lebih sakit.
Hari ini hari yang sangat melelahkan bagiku, tadi pagi ulangan dadakan dan sekarang di tempat kerja aku memiliki kerjaan yang bertumpuk.  Aku kerja di sebuah toko pakaian laki-laki. Aku kerja dari jam 03.00 sore sampai jam 09.00 malam,sudah 2 tahun aku kerja di toko mama ikal. Dulu,ketika pertama kali masuk kerja aku sering sekali mengeluh, rasanya aku ingin pingsan kelelahan tetapi seiring berjalannya waktu aku jadi terbiasa dengan keadaan yang seperti ini. Ternyata keadaaan adalah teman terbaik untuk belajar suatu kondisi,jika bukan keadaan maka siapa lagi ?.
Hari ini  aku tertidur didalam kelas,walau suara menyeloteh murid tak henti dan bervolume tinggi namun aku bak didongengkan oleh suara-suara tak jelas itu,karena rasa lelah kadang bisa mengubah suasana  ricuh menjadi tempat yang menyenangkan seperti kasur empuk walau faktanya aku tertidur hanya beralaskan tangan kanan yang bertumpu pada kursi, ku rasa aku tertidur cukup pulas hingga tak tahu ada seseorang yang memperhatikan tidurku. Saat aku membuka mata aku melihat wajah itu dan  aku hanya diam melihatnya tanpa suara.
“Lelah ya…..?” tanyanya
Aku hanya diam bukan aku belum sadar dari tidur namun aku merasa canggung dan malu. Aku membalikan posisi tidur dan mencoba tidur kembali.tak bisa. Aku hanya bisa memejamkan mata namun itu bukan tidur.
“cari makan siang  ah, ayo eq “ suara rio yang mengajak eqi makan siang.  Dia yang memperhatikanku tidur itu adalah rio dan ku dengar ia telah pergi makan siang dengan eqi.
Aku hanya bisa memejamkan mata dan tak terasa air mata mengalir dari mataku yang tertutup. Aku tak tahu mengapa namun kata-kata rio membuatku sadar bahwa aku lelah. Selama ini aku berusaha menyembunyikan rasa lelahku dari tubuh ini, aku mencoba menage pemikiran bahwa ini tidak melelahkan,tapiiii pertahananku kali ini jebol. Rio orang yang ku kagumi pun tahu jadi bagaimana mungkin tubuh dan pemikiranku tak tahu ? aku menangis bukan dalam tidur tapi dalam sadar. Tak terasa bel pulang telah berbunyi.


“Nafs…..”
“kenapa yo ?”
“ gak papa, aku mau nanya sesuatu tapi gak jadi ?”
“nanya ?” tanyaku kaget
“iya” kata rio tersenyum dingin
“tapi gak jadi gitu ?”
“sesuatu yang ku tanya,mungkin akan membuatmu marah” kata rio dingin
“kalau begitu gak usah nanya”kataku namun aku melanjutkan dalam hati “ karena kamu tahu aku akan marah lalu kenapa kamu bertanya,langsung ucapkan saja “
“tapi ini membuatku lelah.” Kata rio melihatku
“aku juga lebih lelah” kataku menunduk
Hari ini aku tak konsen bekerja sedikitpun,perasaanku kalut.aku meminta izin pada mama ikal untuk tak bekerja hari ini,karena sepertinya aku tak enak badan dan juga tak enak perasaan. Alhamdulilah, mama ikal mengizinkan, aku pun segera beranjak pulang ke rumah namun di tengah jalan aku ingin tiba-tiba ke pindrang. Pindrang adalah pelabuhan,disana ada sejenis tempat-tempat duduk untuk bersantai sambil menikmati angin dan pemandangan laut. Aku suka pantai, dan pindrang bukan pantai tetapi sebuah pelabuhan yang dipenuhi orang hilir mudik untuk berlayar,namun walau bukan pantai yang indah aku menyukai hembusan anginnya. Ku lirik jam ini masih jam 04.00. aku melancong menggunakan motor mio hitam ku ke pindrang seorang diri.
Akhirnya aku sampai juga dalam 15 menit, aku mencoba tersenyum dan menghirup angin pelabuhan pindrang, suasana ditempat duduk-duduk ini biasanya rame namun ini tak ada satu orang pun disini,hanya di pelabuhan utama saja yang banyak orang, aku menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan isi hariku
”Akuuuu capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, kakaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk’”
Aku berteriak dengan kencang dan menangis dengan suara yang pelan.aku memukul pelan dadaku dan aku legah karena rasanya ini pertama kali aku melakukan hal seperti ini. Walau dadaku sakit tapi aku legah. Perlahan air mataku mengalir lagi memori demi memori dulu yang terekam tanpa sengaja dikepalaku kembali terputar.
“Brakk” suara  gelas yang pecah karena di lempar kakak ku
“sudahh, mama bilang berhentii !” kata mamaku menangis terisak-isak
“pergi dari rumah dan jangan pulang jika kamu masih seperti ini “ kata bapakku tegas
“iya,aku pergi” kata kakaku pergi dan belum kembali  sampai saat ini.
Semenjak kepergiaan kakaku, toko elektronik bapakku bangkrut karena harus membayar hutang kakak ku,dan kesehatan bapakku mulai terganggu. Sudah 5 tahun  kakaku pergi dari rumah dan sudah 1 tahun jua bapak ku meninggal dunia. Aku kini hidup bersama mamaku saja. Kami tak bahagia hidup seperti ini, kadang diam-diam mamaku menangis di tengah malam dan kadang diam-diam juga aku menangis ketika mendengarnya menangis, kami harus bertahan walau sulit. Jangan pernah tunjukan pada keadaan bahwa kami lelah. Namun,kata-kata rio yang membuat aku terhenyak….
“kakak harus kembaliiiiiiii,,, bertanggung jawab….. dasar kau ! “ aku berteriak marah
Lama aku duduk sambil melihat laut,pikiranku tak karuan. Selama ini aku dan mamaku menjalani kehidupan dengan sibuk hingga tak ada ruang untuk bersedih,kami pun berharap ketika malam hanya tertidur nyeyak hingga tak ada ruang pula untuk memikirkan masa lalu kelam yang telah berlalu. Namun, harapan kami kadang tak sesuai kenyataan,buktinya aku dan mamaku masih sering menangis tapi biarkanlah karena ini hanya mimpi. Yaaa kami menganggap sepihak.
‘’ehemmmm” suara yang sangat ku kenal
“rio, ngapain kamu ? bikin aku kaget aja”
“mau lihat laut”
“oohh,kirain mau berenang” kataku sambil menahan senyum
“sebenarnya aku mau berenang,tapi suasana hati seseorang sedang mendung. Dan aku takut akan hujan” kata rio melihatku
Aku menelan ludah,aku berspekulasi bahwa rio dari tadi dipindrang dan melihat segala yang ku lakukan. Doh,memalukan dan ahhhhhh rasanya mau ku pukul orang satu ini.
“ahhhh,, tapi cuacanya kembali cerah. Pasti karena ada aku. I’m a sun” kata rio bercanda
“huuuu,ngok. Kamu bintang. Aku yang matahari” kataku bercanda juga
“what? “
“sok inggris lo!” kataku memukul rio dan dengan segera aku berlari pulang
“woy,ku balas kau besok” kata rio mengejar,namun sayang aku hanya bisa tertawa melihatnya dari kaca spion. Hahahaha. Cukup menghibur. Aku pulang, Ku lihat mamaku sedang masak.
“gimana toko ma ?” tanyaku
“alhamdulilah, oyah nafs. Gimana kalau kita pindah ?”
“ kemana ma ?” tanyaku agak kaget
“ke samarinda”
“samarinda ?” kataku mengulang ucapan mama
“iya, disana mama dapat toko. Toko yg ini akan mama jual untuk modal disana” kata mama menjelaskan
“ apapun keputusan mama,nafs selalu dukung. Aku lelah ma…” kataku sambil memeluk pelan mama tersayangku.
Hari ini terakhir kalinya aku berada disini. Namun, ada yang membuat kaki ku berat melangkah. kejadian pulang sekolah tadi membuatku bertanya-tanya,aku menemukan sebuah kertas yang berbentuk bintang di bawah laciku. Disamping bintang itu ada sebuah puisi yang indah,ahhh aku coba tak berfikir tentang itu namun aku tetap penasaran. Kertas bintang dan puisi itu di tunjukan atas namaku tapi tak ada pengirimnya,lupakan…lupakan…lupakan…                                                                                                                           Aku dan mama ingin memulai segala hal yang baru. Aku sudah di daftarkan di sma02 samarinda. Aku ingin melepas semua kenangan buruk  yg tercipta di sini, tak ingin satu pun aku mengingatnya walaupun tentang dia. ku coba senyum dan bangkit.

7 tahun kemudian…..
Aku terbangun dan satu hal yang ku rasakan, badan ku sakit semua. Gimana tidak sakit,aku semalaman tidur di atas meja belajar dan di temani beberapa lembar kertas-kertas hvs, pulpen,dan laptop acer biru kesayanganku. Aku sedang membuat soal bahasa Indonesia untuk ulangan tengah semester smpn 3 . aku seorang guru.
“nafs…. ini nih jus apelnya” kata mama nyaring. Maklum kamar dan dapurku berdekatan tapi dinding tembok yang menjadi penghalang mewajibkan mamaku harus berbicara dengan volume tinggi.
“iya ma, I’m coming…..” kataku tersenyum riang karena tugasku membuat soal telah selesai dan akan ada libur yang lumayan panjang nanti.
“oalahh,anak banjar ngomong bahasa inggris. Lucu yaa “ kata mama tersenyum
“walau guru bahasa indonesia,tapi belajar bahasa yang lain itu perlu ma. Allah menciptakan berbagai macam bahasa dan semua bahasa itu memiliki arti yang sama walau kalimatnya sangat berbeda. Allah Maha Pandai kan ma “ kataku memeluk mama yang sedang membuat jus wortel. Aku dan mama sedang membiasakan diri dengan pola minuman dan makanan yang sehat.
“nafs….” kata mamaku
“ohw iya, kita nanti sore ke pantai yo ma” kataku melemas merayu mama
“ iya, boleh tapi nda boleh lama. Kamu sering lupa diri kalau ke pantai” kata mama
Aku tertawa mendengar kejujuran mama yang sangat jujur,ku akui aku memang sering lupa diri kalau di pantai. Pantai itu indah, sejauh-jauhnya mata memandang hanya air laut yang biru terlihat. Lebih indah lagi bila melihat pantai di tengah senja, matahari yang tadinya bersinar kini akan digantikan oleh sinar-sinar cahaya kecil dari para bintang-bintang kadang cahaya bulan ikut menyertai menambah keindahan alam. Subhanallah, sungguh Maha Suci Allah atas segala keindahan alam  yang telah diciptakannya.
“jam 04.00 ma yaa kita ke pantainya”
“atur aja, mama ngikut aja”
Sekarang,kami sudah sampai di tempat tujuan setelah beberapa menit perjalanan menggunakan mobil,apalagi menyetir sendiri.
Ahhhhhhhhhh akuuuu legahhhhhh….. kataku teriak di pantai,sesaat aku tak sadar jika disini banyak orang namun setelah beberapa menit aku sangat sadar dan sangat malu. Ku tenangkan diriku dan ku mulai berjalan-jalan.
“nafs….”
“kenapa lagi m…..” belum sempat kulanjutkan kalimatku mengucap “mama” aku sudah terhenti terucap karena yang tadi memanggilku bukanlah mamaku tapi seseorang yang sangat ku kenal. Dia menahan senyumnya dan aku hanya terdiam tak berkutik. Waktu terasa beku beberapa detik dan kebekuan waktu itu ku rasakan sangat mengagumkan,namun tak lama aku harus mengucap istgfar.harus.
“hijab yang sempurna” katanya
“prestasi yang sempurna” kataku
  Kami tersenyum dan berharap semua akan berjalan lancar dengan ridho-Nya
2 bulan yang lalu….
Aku sedang sibuk mengoreksi tugas anak-anak di depan ruang televisi ,walau suara televisi terus koar-koar, aku hanya mendengarkan sekilas tetapi aku sedikit terhenyah mendenga r nama yang disebut pembawa acara talk show,aku melihat televisi dan terkejut. Ya Allah… itu dia.
“selamat malam,pak Mario….” Kata pembawa acara talk show sambil menjabat tangan orang yg bernama Mario tersebut
“selamat malam juga”
“saat saya membaca tulisan buku anda, saya sangat suka dan tak perlu di ragukan lagi bahwa buku hasil karangan anda akan selalu menjadi best seller” kata pembawa acara memuji
“terimakasih pak ”
“jika boleh tahu,dari mana anda mendapatkan inspirasi tersebut hingga tercipta sebuah novel yang menarik dan membuat para pembaca terkagum-kagum?” kata pembawa acara agak lebay
Mario menahan senyum dan mengucapkan sesuatu yang membuatku deg-deg kan
“awalnya aku hanya suka menceritakannya lewat tulisan,karena aku belum siap mengutarakan perasaan dan pemikiranku tentangnnya” ucap Mario sambil menerawang ke masa lalu
“tentangnya?” pembawa acara penasaran
“iya, seseorang yang sangat tahu arti lelah”
“hmm,apakah ia kekasih anda ?”
“bukan,hanya seorang teman di masa lalu tapi selalu ku rindukan” Mario menahan senyum
“jika boleh tahu siapa nama nya ?” pembawa acara makin penasaran
“kasih tau gak yaaaaa” Mario melawak
Hahahahahhaha… semua orang sepertinya tertawa termaksud aku yang sedang menonton acara talk show tersebut. Sebenarnya hatiku deg-deg kan bercampur rindu,aku harus istigfar.harus.
“ternyata anda orang yang humoris, semoga teman masa lalu anda menonton acara talk show ini ” ucap tulus pembawa acara
“jika ia menonton,apa yang ingin anda sampaikan ?”
Sebelum Mario menjawab ia menarik nafas dan berpikir sebentar
“ puisi itu dari ku dan mau kah kau menikah denganku, ariyani nafshiyah ?” kata Mario menatap lurus kamera seakan menatapku…..
Aku terhenyak mendengar ia mengucapkan nama ku,aku cubit sedikit lenganku,sakit. Bagus,berarti ini nyata. Aku rasa ingin terbang ke langit,hati ku tak henti mengucap syukur atas dia yang Allah hadirkan kepadaku. Dia orang yang ku kagumi sejak dulu. Aku selalu merindukannya,aku bertanya-tanya tentang kabarnya,tak tahu harus apa. Rindu membuatku menjadi lebih baik. Bait-bait puisi yang ia tulis pun kembali terniang…..
Pemilik kerudung hitam yang tersenyum manis
 ia  berkeringat dan ia terus mengganggu pikiranku
Aku seperti ikut dalam lelah yg ia rasakan
Ia diam dan mencoba tegar
Aku diam-diam tahu, mencoba menghibur
Namun, tak ada kata yg mampu aku ucapkan
Selain menahan senyum yang selalu kusesali
Kenapa kata-kata semangat untuknya tak mampu aku keluarkan ?
Kata yang tertinggal dan senyum terbaik yg tertahan
Dalam doa kau akan ku rindukan
Ohhh cinta, akulah bintangnya….
End

Sabtu, 22 November 2014

Remaja Dilamun Cinta 

cinta,cinta,dan cinta...

kata yang tak pernah tak di ucapkan oleh setiap insan yang bernama manusia

kata yang dapat mengubah berbagai macam pola pikir dan pola rasa

kata yang dapat mengubah hal buruk menjadi indah 

Pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Pasti seronok. Rasa bahagia mendakap dada. Hidup berasa sungguh nikmat. Rasanya tak sah kalau tak cerita kepada kawan-kawan yang kita sedang jatuh cinta. Biar mereka juga merasakan apa yang sedang kita rasa. Bila perlu, kita cerita kepada siapa saja tentang orang yang sedang kita cintai meski orang yang kita cintai itu tak tahu bahawa dia sedang kita cintai. Kita begitu percaya diri dan mulai mencari cara untuk mendekatinya.

Sahabat muda muslim, kenapa kita merasa senang dan bahagia kalau jatuh cinta? Menurut Robert Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan keperibadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang merebut kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “senario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan. (http://e-psikologi.com, pada pembahasan tentang “Cinta”)
Ketika jatuh cinta, kita tiba-tiba merasakan dorongan ingin bertemu dengan orang yang kita cintai. Dorongan itu bahkan sangat kuat menekan kita manakala ada orang yang membicarakan si dia, atau ada orang yang menyebutkan namanya, lebih lucunya ketika membaca tulisan yang kemudian menuliskan sebuah nama yang sama dengan nama orang yang kita cintai. Kita jadi rindu nak bertemu, atau sekadar ingin berkomunikasi dengannya. By the Way, pernah rasa tak?
Tapi anehnya, seringkali kita juga merasa harus jaga imej. Pura-pura jual mahal ketika berkomunikasi atau kebetulan bertemu dengan orang yang kita cintai. Meski rasa ingin mencurahkan perasaan itu begitu kuat menekan. Lucu juga memang. Itu artinya, bahawa jatuh cinta memang unik. Tapi dengan catatan ni, biasanya jika yang jatuh cintanya itu masih malu-malu... Eh, umumnya memang malu-malu kan?
Sahabat muda muslim, ketika jatuh cinta, kita jadi merasa lembut. Baik lisan kita atau saat kita menulis. Kita mulai belajar mengatur pilihan kata saat berbicara. Terutama ketika bicara dengan si dia yang telah membuat kita jatuh hati. Itu kita lakukan biasanya untuk mendapat perhatiannya. Untuk memberikan imej bahawa kita baik di hadapannya. Lastly, kita akan mendapat simpati darinya. Awalnya memang simpati, siapa tahu lama-kelamaan menumbuhkan empati dan akhirnya jatuh hati. Bukan tak mungkin kan?
Karakter cinta
Jatuh cinta membuat kita merasa harus menumpukan perhatian, merasa harus bertanggungjawab, merasa harus hormat di hadapan orang yang kita cintai, dan merasa harus mengetahui segala selok-belok tentang dirinya. Erich From, murid kesayangan Sigmund Freud pernah menyampaikan bahawa dalam cinta itu harus ada empat unsur yang perlu dimiliki, yakni:
Pertama, Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesihatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Termasuk jika kita jatuh cinta dengan mencintai si dia, maka segala bentuk perhatian akan kita tunjukan pada si dia. Kita jadi sering menulis namanya, menyebutkan namanya, mungkin diam-diam mengumpul fotonya. Apalagi dengan berkembangnya teknologi maklumat sekarang ni, kita boleh akses blognya yang mungkin saja banyak foto dirinya. Diam-diam kita menjadi secret admirer-nya. Karena tujuan mulianya adalah mendapat perhatiannya sebagai seorang kekasih.
Kedua, Responsibility (tanggungjawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orangtua yang mencintai anaknya, akan bertanggungjawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggungjawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumahtangganya. Seorang jejaka atau gadis yang saling jatuh cinta, ia akan berusaha untuk memposisikan bahawa mereka bertanggungjawab terhadap hubungannya. Menjaganya dan merawatnya jangan sampai retak. Mereka yang memahami ajaran Islam, maka jatuh cinta itu bukan untuk melakukan perbuatan yang dibenci oleh Sang Pemilik Cinta, iaitu Allah Swt. Ia akan menjaga pandangannya, perasaan, hatinya, dan juga aktivitinya agar tak menyimpang. Tapi, cinta bukan lagi tanggungjawab jika sepasang remaja yang dilanda cinta itu mengekspresikannya dengan cara yang membuat mereka dibenci Allah Swt, seperti bercouple misalnya.
Ketiga, Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya pada yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect. Itu sebabnya, seringkali kita mendengar cerita ada orang yang saling jatuh cinta itu walau berbeza etnik, berbeza bahasa, berbeza budaya, bahkan ada yang sampai cinta buta, iaitu berbeza agama. Why? Sebab perasaan cinta akan melahirkan sikap menerima apa adanya. Wah, kalau tak ada filter akidah memang akhirnya akan hancur. But, ini kita bicara secara umum, bahawa cinta akan melahirkan respect kepada si dia yang kita cintai. Betul ke tak?
Keempat, Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami selok-belok yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau lelaki untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami keperibadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Tak perlu jatuh cinta pun, Eh, kalau kita bicara secara umum pun, sebenarnya ketika jatuh cinta kita pasti menyelami hati budi si dia. Pastinya ada ciri-ciri yang diinginkan dalam pencarian itu dan ia bergantung kepada keperibadiannya. Ada yang merasa agama tak perlu menjadi pertimbangan, tapi ada pula yang merasa bahawa agama harus menjadi pertimbangan saat jatuh cinta. Kepada siapa kita harus mencintai. Begitu kan? But, intinya secara umum, cinta memang akan melahirkan rasa ingin tahu untuk menyelidiki si dia yang kita cintai, yang telah membuat kita jatuh hati dan jatuh cinta kepadanya. Setuju?
Tetap iffah(Menjaga Kesucian dan Kehormatan diri) selama jatuh cinta
Menurut Hamka, “Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu-sedan. Tetapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri kehidupan.”Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ada persoalan besar yang harus diperhatikan oleh orang yang cerdas, iaitu bahawa puncak kesempurnaan, kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan yang ada dalam hati dan ruhani tergantung pada dua hal.
Pertama, karena kesempurnaan dan keindahan sesuatu yang dicintai, dalam hal ini hanya ada Allah, karenanya hanya Allah yang paling utama dicintai. Kedua, puncak kesempurnaan cinta itu sendiri, artinya darjat cinta itu yang mencapai puncak kesempurnaan dan kesungguhan. (dalam kitab al-Jawabul Kafi Liman Saala’ Anid Dawaaisy-syafi, terjemah. hlm. 255)
Lebih lanjut Ibnu Qayyim menjelaskan, “Semua orang yang berakal sihat menyedari bahawa kenikmatan dan kelazatan yang diperoleh dari sesuatu yang dicintai, bergantung kepada kekuatan dorongan cintanya. Jika dorongan cintanya sangat kuat, kenikmatan yang diperoleh ketika mendapatkan yang dicintainya tersebut lebih sempurna.”Mungkin kita memang sangat haus , pulak tu, waktu siang dengan terik matahari yang menyengat, maka kita akan semakin haus dan semakin ingin mencari air untuk memenuhi rasa haus kita. Kalau dapat air, maka nikmatnya benar-benar terasa. Tanya kenapa?

Sahabatku, kita sering mendengar bahawa jatuh cinta dan akhirnya mencintai orang yang kita cintai adalah sebagai anugerah terindah. Walaupun menurut saya, itu terlalu dramatik. Sebab, urusan cinta ini sangat kompleks, sahabat. Bukan macam matematik yang serba pasti. Tapi yang jelas dan yang paling utama, cinta bagi kita sebagai Muslim, harus sesuai sudut pandang Islam. Bukan yang lain.
Guys, setiap perbuatan yang kita lakukan tu pasti sesuai dengan cara pandang kita terhadap perbuatan tersebut. Lebih luas lagi cara pandang kita tentang kehidupan. Kalau kita memandang hidup tu sekadar tumbuh, berkembang, lalu sampai titik tertentu, mati (dan tidak ada kehidupan akhirat), maka perbuatan kita pun bakal mengikut apa yang kita faham tentang kehidupan tersebut. Kita boleh bebas berbuat apa saja sesuai keinginan kita, karena kita merasa bahawa hidup cuma di dunia, Life is to enjoy. Kehidupan setelah dunia kita anggap tidak ada. Artinya, kita jadi tidak kenal ada istilah pahala dan dosa.
Sebaliknya, bagi kita yang meyakini bahawa kita berasal dari Allah Swt. yang menciptakan kita semua, maka hidup di dunia juga adalah untuk mengabdikan diri kepadaNya, dan setelah kematian kita akan hidup di alam akhirat sesuai dengan amalan yang kita lakukan di dunia. Kalau banyak amal baik yang kita lakukan, insya'Allah balasannya pahala dan di tempatkan di syurga.
Sebaliknya, kalau lebih banyak atau selama hidup kita maksiat dan tak sempat bertaubat, jelas dosa dan kita ditempatkan di akhirat di tempat yang buruk, iaitu neraka. Naudzubillahi min dzalik.
Nah, dengan sudut pandang terhadap kehidupan yang benar, maka ketika melakukan apapun kita akan menyesuaikan dengan cara pandang kita tentang kehidupan yang benar itu. Termasuk ketika kita jatuh cinta. Jangan, mentang-mentang jatuh cinta, kita pun mengekspresikan cinta seenak hawa nafsu kita. Jangan, asal sedap dipandang mata, main hentam kromo. Jangan begitu. Tapi intinya, kita fikir bagaimana seharusnya ia dilakukan menurut aturan Islam. Bukan berfikir bagaimana dilakukan sesuai zaman sekarang. Tolong dicatat ya.
Ini penting dan perlu. Sebab, kalau yang berfikirnya “mengikut zaman ini”, ya kita akan berfikir secara bebas. Misalnya ketika manusia itu dianggap berhak melakukan apa saja dalam kehidupan yang ada sekarang, iaitu Kapitalisme-Sekularisme, maka tentu akan berbuat apa saja sesuka hati (bercouple, dating, zina, dsb). Karena merasa mereka berhak melakukan hal tersebut. Tidak langsung terikat dengan aturan yang benar. Bahaya besar, Bro!
Sementara jika kita fikir “bagaimana seharusnya”, maka ia akan disesuaikan dengan aturan yang benar. Karena menganggap kehidupan yang ada ini harus sesuai aturan yang benar. Dan Islamlah yang benar. Bukan yang lain. Itu sebabnya, ketika jatuh cinta pun kita harus tetap iffah . Ibnu Abbas berkata bahawa orang yang jatuh cinta tidak akan masuk syurga kecuali ia bersabar dan bersikap iffah karena Allah dan menyimpan cintanya karena Allah. Dan, ini tidak akan terjadi kecuali bila ia mampu menahan perasaannya kepada ma’syuq-nya (kepada orang yang dicintainya), mengutamakan cinta kepada Allah, takut kepadaNya, dan ridha denganNya. Orang seperti ini yang paling berhak mendapat darjat yang disebutkan oleh
Allah Swt. dalam al-Quran:
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal (nya). (QS an-Naazi’aat [79]: 40-41)
Kita boleh sahaja jatuh cinta. Tapi, tetap harus menjaga kehormatan dan kesucian diri. Yakni dengan cara tetap menjadikan Allah dan RasulNya sebagai pemandu hidup kita. Kita melakukan perbuatan atas dasar petunjuk dari Allah melalui al-Quran dan petunjuk dari Rasulullah saw. berupa as-Sunnah. Inilah pedoman hidup kita. Ok?

sumber :http://pertarungan-ideologi.blogspot.com/2008/08/remaja-dilamun-cinta.html

twitter

https://twitter.com/tina_mareta