Selasa, 25 November 2014



Hello to my star….
 
Bolehkah aku bertanya kepadamu ?
Apakah sekarang kamu lebih bersinar ?
Akankah kita akan bertemu di jalan yang diridhoi-Nya ?

Teng…teng…teng…. Bel sekolah berbunyi tanda semua siswa wajib berada didalam kelas walau ada atau tidak adanya guru,yang terpenting masuk kelas. Sambil menunggu kedatangan bu guru,aku hanya duduk dibangku pojok dekat jendela sambil memandang pemandangan hutan dibelakang sekolah. Pepohonan yang hijau,angin yang berhembus di sela-sela daun yg bergoyang,langit yang biru cerah,serta terik matahari yang berkisar sedang untuk wilayah tropis seperti kabupaten bulo sangat pas dengan suasana hatiku yang sedang letih menghadapi persoalan hidup bak benang kusut yang rumit.
Aku ariyani nafshiyah kelas 10c SMA01 Kabupaten Bulo,tak ada yang istimewah dalam hidupku. Selama ini kegiatan ku mencakup 2 hal jika tak bekerja yaa bersekolah. Aku bukan seperti teman-teman yang lainnya yang bisa bebas berkelana sana-sini, nongkrong beberapa jam, jalan-jalan mengelilingi kabupaten,dan sibuk privat jika di luar sekolah. Bukan berarti hidupku tak istimewah seperti teman-temanku yang lain, jalan hidupku hanya sedikit berbeda dan sedikit berat namun aku yakin justru dibalik kehidupan yang sedikit berat itu lah aku merasa hidupku yang di karuniakan Allah itu istimewah. Tanya kenapa ? aku akan coba jawab ;)
“Assalamualaikum,selamat siang anak-anak. Buka buku 20 menit setelah itu kita ulangan kimia. Waktu di mulai “ ucap bu tari tanpa beban,padahal bagi murid-murid yang tak memegang buku tadi malam sungguh sebuah beban yang berat,tak ada remidi. Jika nilai jelek,berwarna merahlah angka di rapot,dan ujungnya panjanglah ceramah orang tua di rumah.
“ahhhh,mudahan ingat materi kemarin” kataku pesimis karena jujur aku tak membaca buku tadi malam namun aku mengerjakan sendiri tugas kimia,mudahan sedikit kejujuran mengerjakan tugas yang diberikan mampu membawa sedikit keberuntungan. Nilai pas standar juga tak apa.
20 menit bagaikan kilat, aku hanya merasa seperti di beri waktu 5 menit,wuuiihhh jika dalam keadaan mau ulangan gini,nyesal deh jika tak membaca tapi semua sudah telanjur kini faktanya ulangan harus di hadapi, soal harus di cermati,dan jawaban jangan di nanti karena menyontek merupakan suatu bentuk kecurangan yang di benci illahi. Trreengggg, ulangan di mulai dan para murid mulai bekeringat karena harus berusaha mendapatkan jawaban baik dengan cara berfikir atau dengan cara yang lain. Aku sudah mulai bekeringat dan yang paling membuat khawatir aku baru menjawab 3 soal dari 10 soal. Ulangan selesai dan tiba-tiba  teman di bangku ketiga dari sebelah kanan menyapa.
Gimana tadi nafs, ulangannya ?
Lumayan meras kepala,kamu ?
Meras,emang jemuran ”kata Mario sambil menahan senyum yang membuatnya terlihat lebih ganteng dari biasanya. Mario teman sekelasku dari kelas 7, kami selalu sekelas namun baru tahun ini kami saling lebih kenal. Ia anak yang humoris walau kadang menyebalkan, ia anak yang pintar juga supel, dan ia terlalu eksis dengan kepandaiannya bermain basket dimana ia pun berada. 85 nilai buat prestasi dan kpribadiannya. Aku mulai mengaguminya saat mengenalnya tetapi aku tak punya ruang untuk mendapatkan hatinya karena pekerjaan untuk bertahan yang telah mengambil ruang kosongku.
“Aku bisa minta no hp mu kah ?”
“Adohhh, hp ku di pake kakak ku yo”
“Masa selalu di pake, curiga kamu gak punya hp ya ?”
“Hp ku lagi di pake yo,jangan sok sibuk betul jadi orang” aku nyeletuk tapi tanpa maksud apapun.
“iissss,, jelek”
“kamu ! aku mau istirahat” kataku beranjak pergi namun tak lupa aku menyubit lengannya dan tak lupa juga setelah menyubit aku harus berlari jika tidak ia akan membalasku dengan cubitan yang lebih sakit.
Hari ini hari yang sangat melelahkan bagiku, tadi pagi ulangan dadakan dan sekarang di tempat kerja aku memiliki kerjaan yang bertumpuk.  Aku kerja di sebuah toko pakaian laki-laki. Aku kerja dari jam 03.00 sore sampai jam 09.00 malam,sudah 2 tahun aku kerja di toko mama ikal. Dulu,ketika pertama kali masuk kerja aku sering sekali mengeluh, rasanya aku ingin pingsan kelelahan tetapi seiring berjalannya waktu aku jadi terbiasa dengan keadaan yang seperti ini. Ternyata keadaaan adalah teman terbaik untuk belajar suatu kondisi,jika bukan keadaan maka siapa lagi ?.
Hari ini  aku tertidur didalam kelas,walau suara menyeloteh murid tak henti dan bervolume tinggi namun aku bak didongengkan oleh suara-suara tak jelas itu,karena rasa lelah kadang bisa mengubah suasana  ricuh menjadi tempat yang menyenangkan seperti kasur empuk walau faktanya aku tertidur hanya beralaskan tangan kanan yang bertumpu pada kursi, ku rasa aku tertidur cukup pulas hingga tak tahu ada seseorang yang memperhatikan tidurku. Saat aku membuka mata aku melihat wajah itu dan  aku hanya diam melihatnya tanpa suara.
“Lelah ya…..?” tanyanya
Aku hanya diam bukan aku belum sadar dari tidur namun aku merasa canggung dan malu. Aku membalikan posisi tidur dan mencoba tidur kembali.tak bisa. Aku hanya bisa memejamkan mata namun itu bukan tidur.
“cari makan siang  ah, ayo eq “ suara rio yang mengajak eqi makan siang.  Dia yang memperhatikanku tidur itu adalah rio dan ku dengar ia telah pergi makan siang dengan eqi.
Aku hanya bisa memejamkan mata dan tak terasa air mata mengalir dari mataku yang tertutup. Aku tak tahu mengapa namun kata-kata rio membuatku sadar bahwa aku lelah. Selama ini aku berusaha menyembunyikan rasa lelahku dari tubuh ini, aku mencoba menage pemikiran bahwa ini tidak melelahkan,tapiiii pertahananku kali ini jebol. Rio orang yang ku kagumi pun tahu jadi bagaimana mungkin tubuh dan pemikiranku tak tahu ? aku menangis bukan dalam tidur tapi dalam sadar. Tak terasa bel pulang telah berbunyi.


“Nafs…..”
“kenapa yo ?”
“ gak papa, aku mau nanya sesuatu tapi gak jadi ?”
“nanya ?” tanyaku kaget
“iya” kata rio tersenyum dingin
“tapi gak jadi gitu ?”
“sesuatu yang ku tanya,mungkin akan membuatmu marah” kata rio dingin
“kalau begitu gak usah nanya”kataku namun aku melanjutkan dalam hati “ karena kamu tahu aku akan marah lalu kenapa kamu bertanya,langsung ucapkan saja “
“tapi ini membuatku lelah.” Kata rio melihatku
“aku juga lebih lelah” kataku menunduk
Hari ini aku tak konsen bekerja sedikitpun,perasaanku kalut.aku meminta izin pada mama ikal untuk tak bekerja hari ini,karena sepertinya aku tak enak badan dan juga tak enak perasaan. Alhamdulilah, mama ikal mengizinkan, aku pun segera beranjak pulang ke rumah namun di tengah jalan aku ingin tiba-tiba ke pindrang. Pindrang adalah pelabuhan,disana ada sejenis tempat-tempat duduk untuk bersantai sambil menikmati angin dan pemandangan laut. Aku suka pantai, dan pindrang bukan pantai tetapi sebuah pelabuhan yang dipenuhi orang hilir mudik untuk berlayar,namun walau bukan pantai yang indah aku menyukai hembusan anginnya. Ku lirik jam ini masih jam 04.00. aku melancong menggunakan motor mio hitam ku ke pindrang seorang diri.
Akhirnya aku sampai juga dalam 15 menit, aku mencoba tersenyum dan menghirup angin pelabuhan pindrang, suasana ditempat duduk-duduk ini biasanya rame namun ini tak ada satu orang pun disini,hanya di pelabuhan utama saja yang banyak orang, aku menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan isi hariku
”Akuuuu capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, kakaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk’”
Aku berteriak dengan kencang dan menangis dengan suara yang pelan.aku memukul pelan dadaku dan aku legah karena rasanya ini pertama kali aku melakukan hal seperti ini. Walau dadaku sakit tapi aku legah. Perlahan air mataku mengalir lagi memori demi memori dulu yang terekam tanpa sengaja dikepalaku kembali terputar.
“Brakk” suara  gelas yang pecah karena di lempar kakak ku
“sudahh, mama bilang berhentii !” kata mamaku menangis terisak-isak
“pergi dari rumah dan jangan pulang jika kamu masih seperti ini “ kata bapakku tegas
“iya,aku pergi” kata kakaku pergi dan belum kembali  sampai saat ini.
Semenjak kepergiaan kakaku, toko elektronik bapakku bangkrut karena harus membayar hutang kakak ku,dan kesehatan bapakku mulai terganggu. Sudah 5 tahun  kakaku pergi dari rumah dan sudah 1 tahun jua bapak ku meninggal dunia. Aku kini hidup bersama mamaku saja. Kami tak bahagia hidup seperti ini, kadang diam-diam mamaku menangis di tengah malam dan kadang diam-diam juga aku menangis ketika mendengarnya menangis, kami harus bertahan walau sulit. Jangan pernah tunjukan pada keadaan bahwa kami lelah. Namun,kata-kata rio yang membuat aku terhenyak….
“kakak harus kembaliiiiiiii,,, bertanggung jawab….. dasar kau ! “ aku berteriak marah
Lama aku duduk sambil melihat laut,pikiranku tak karuan. Selama ini aku dan mamaku menjalani kehidupan dengan sibuk hingga tak ada ruang untuk bersedih,kami pun berharap ketika malam hanya tertidur nyeyak hingga tak ada ruang pula untuk memikirkan masa lalu kelam yang telah berlalu. Namun, harapan kami kadang tak sesuai kenyataan,buktinya aku dan mamaku masih sering menangis tapi biarkanlah karena ini hanya mimpi. Yaaa kami menganggap sepihak.
‘’ehemmmm” suara yang sangat ku kenal
“rio, ngapain kamu ? bikin aku kaget aja”
“mau lihat laut”
“oohh,kirain mau berenang” kataku sambil menahan senyum
“sebenarnya aku mau berenang,tapi suasana hati seseorang sedang mendung. Dan aku takut akan hujan” kata rio melihatku
Aku menelan ludah,aku berspekulasi bahwa rio dari tadi dipindrang dan melihat segala yang ku lakukan. Doh,memalukan dan ahhhhhh rasanya mau ku pukul orang satu ini.
“ahhhh,, tapi cuacanya kembali cerah. Pasti karena ada aku. I’m a sun” kata rio bercanda
“huuuu,ngok. Kamu bintang. Aku yang matahari” kataku bercanda juga
“what? “
“sok inggris lo!” kataku memukul rio dan dengan segera aku berlari pulang
“woy,ku balas kau besok” kata rio mengejar,namun sayang aku hanya bisa tertawa melihatnya dari kaca spion. Hahahaha. Cukup menghibur. Aku pulang, Ku lihat mamaku sedang masak.
“gimana toko ma ?” tanyaku
“alhamdulilah, oyah nafs. Gimana kalau kita pindah ?”
“ kemana ma ?” tanyaku agak kaget
“ke samarinda”
“samarinda ?” kataku mengulang ucapan mama
“iya, disana mama dapat toko. Toko yg ini akan mama jual untuk modal disana” kata mama menjelaskan
“ apapun keputusan mama,nafs selalu dukung. Aku lelah ma…” kataku sambil memeluk pelan mama tersayangku.
Hari ini terakhir kalinya aku berada disini. Namun, ada yang membuat kaki ku berat melangkah. kejadian pulang sekolah tadi membuatku bertanya-tanya,aku menemukan sebuah kertas yang berbentuk bintang di bawah laciku. Disamping bintang itu ada sebuah puisi yang indah,ahhh aku coba tak berfikir tentang itu namun aku tetap penasaran. Kertas bintang dan puisi itu di tunjukan atas namaku tapi tak ada pengirimnya,lupakan…lupakan…lupakan…                                                                                                                           Aku dan mama ingin memulai segala hal yang baru. Aku sudah di daftarkan di sma02 samarinda. Aku ingin melepas semua kenangan buruk  yg tercipta di sini, tak ingin satu pun aku mengingatnya walaupun tentang dia. ku coba senyum dan bangkit.

7 tahun kemudian…..
Aku terbangun dan satu hal yang ku rasakan, badan ku sakit semua. Gimana tidak sakit,aku semalaman tidur di atas meja belajar dan di temani beberapa lembar kertas-kertas hvs, pulpen,dan laptop acer biru kesayanganku. Aku sedang membuat soal bahasa Indonesia untuk ulangan tengah semester smpn 3 . aku seorang guru.
“nafs…. ini nih jus apelnya” kata mama nyaring. Maklum kamar dan dapurku berdekatan tapi dinding tembok yang menjadi penghalang mewajibkan mamaku harus berbicara dengan volume tinggi.
“iya ma, I’m coming…..” kataku tersenyum riang karena tugasku membuat soal telah selesai dan akan ada libur yang lumayan panjang nanti.
“oalahh,anak banjar ngomong bahasa inggris. Lucu yaa “ kata mama tersenyum
“walau guru bahasa indonesia,tapi belajar bahasa yang lain itu perlu ma. Allah menciptakan berbagai macam bahasa dan semua bahasa itu memiliki arti yang sama walau kalimatnya sangat berbeda. Allah Maha Pandai kan ma “ kataku memeluk mama yang sedang membuat jus wortel. Aku dan mama sedang membiasakan diri dengan pola minuman dan makanan yang sehat.
“nafs….” kata mamaku
“ohw iya, kita nanti sore ke pantai yo ma” kataku melemas merayu mama
“ iya, boleh tapi nda boleh lama. Kamu sering lupa diri kalau ke pantai” kata mama
Aku tertawa mendengar kejujuran mama yang sangat jujur,ku akui aku memang sering lupa diri kalau di pantai. Pantai itu indah, sejauh-jauhnya mata memandang hanya air laut yang biru terlihat. Lebih indah lagi bila melihat pantai di tengah senja, matahari yang tadinya bersinar kini akan digantikan oleh sinar-sinar cahaya kecil dari para bintang-bintang kadang cahaya bulan ikut menyertai menambah keindahan alam. Subhanallah, sungguh Maha Suci Allah atas segala keindahan alam  yang telah diciptakannya.
“jam 04.00 ma yaa kita ke pantainya”
“atur aja, mama ngikut aja”
Sekarang,kami sudah sampai di tempat tujuan setelah beberapa menit perjalanan menggunakan mobil,apalagi menyetir sendiri.
Ahhhhhhhhhh akuuuu legahhhhhh….. kataku teriak di pantai,sesaat aku tak sadar jika disini banyak orang namun setelah beberapa menit aku sangat sadar dan sangat malu. Ku tenangkan diriku dan ku mulai berjalan-jalan.
“nafs….”
“kenapa lagi m…..” belum sempat kulanjutkan kalimatku mengucap “mama” aku sudah terhenti terucap karena yang tadi memanggilku bukanlah mamaku tapi seseorang yang sangat ku kenal. Dia menahan senyumnya dan aku hanya terdiam tak berkutik. Waktu terasa beku beberapa detik dan kebekuan waktu itu ku rasakan sangat mengagumkan,namun tak lama aku harus mengucap istgfar.harus.
“hijab yang sempurna” katanya
“prestasi yang sempurna” kataku
  Kami tersenyum dan berharap semua akan berjalan lancar dengan ridho-Nya
2 bulan yang lalu….
Aku sedang sibuk mengoreksi tugas anak-anak di depan ruang televisi ,walau suara televisi terus koar-koar, aku hanya mendengarkan sekilas tetapi aku sedikit terhenyah mendenga r nama yang disebut pembawa acara talk show,aku melihat televisi dan terkejut. Ya Allah… itu dia.
“selamat malam,pak Mario….” Kata pembawa acara talk show sambil menjabat tangan orang yg bernama Mario tersebut
“selamat malam juga”
“saat saya membaca tulisan buku anda, saya sangat suka dan tak perlu di ragukan lagi bahwa buku hasil karangan anda akan selalu menjadi best seller” kata pembawa acara memuji
“terimakasih pak ”
“jika boleh tahu,dari mana anda mendapatkan inspirasi tersebut hingga tercipta sebuah novel yang menarik dan membuat para pembaca terkagum-kagum?” kata pembawa acara agak lebay
Mario menahan senyum dan mengucapkan sesuatu yang membuatku deg-deg kan
“awalnya aku hanya suka menceritakannya lewat tulisan,karena aku belum siap mengutarakan perasaan dan pemikiranku tentangnnya” ucap Mario sambil menerawang ke masa lalu
“tentangnya?” pembawa acara penasaran
“iya, seseorang yang sangat tahu arti lelah”
“hmm,apakah ia kekasih anda ?”
“bukan,hanya seorang teman di masa lalu tapi selalu ku rindukan” Mario menahan senyum
“jika boleh tahu siapa nama nya ?” pembawa acara makin penasaran
“kasih tau gak yaaaaa” Mario melawak
Hahahahahhaha… semua orang sepertinya tertawa termaksud aku yang sedang menonton acara talk show tersebut. Sebenarnya hatiku deg-deg kan bercampur rindu,aku harus istigfar.harus.
“ternyata anda orang yang humoris, semoga teman masa lalu anda menonton acara talk show ini ” ucap tulus pembawa acara
“jika ia menonton,apa yang ingin anda sampaikan ?”
Sebelum Mario menjawab ia menarik nafas dan berpikir sebentar
“ puisi itu dari ku dan mau kah kau menikah denganku, ariyani nafshiyah ?” kata Mario menatap lurus kamera seakan menatapku…..
Aku terhenyak mendengar ia mengucapkan nama ku,aku cubit sedikit lenganku,sakit. Bagus,berarti ini nyata. Aku rasa ingin terbang ke langit,hati ku tak henti mengucap syukur atas dia yang Allah hadirkan kepadaku. Dia orang yang ku kagumi sejak dulu. Aku selalu merindukannya,aku bertanya-tanya tentang kabarnya,tak tahu harus apa. Rindu membuatku menjadi lebih baik. Bait-bait puisi yang ia tulis pun kembali terniang…..
Pemilik kerudung hitam yang tersenyum manis
 ia  berkeringat dan ia terus mengganggu pikiranku
Aku seperti ikut dalam lelah yg ia rasakan
Ia diam dan mencoba tegar
Aku diam-diam tahu, mencoba menghibur
Namun, tak ada kata yg mampu aku ucapkan
Selain menahan senyum yang selalu kusesali
Kenapa kata-kata semangat untuknya tak mampu aku keluarkan ?
Kata yang tertinggal dan senyum terbaik yg tertahan
Dalam doa kau akan ku rindukan
Ohhh cinta, akulah bintangnya….
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

twitter

https://twitter.com/tina_mareta