Hello
to my star….
Bolehkah aku bertanya kepadamu ?
Apakah sekarang kamu lebih bersinar ?
Akankah kita akan bertemu di jalan yang diridhoi-Nya ?
Teng…teng…teng…. Bel sekolah berbunyi tanda semua siswa
wajib berada didalam kelas walau ada atau tidak adanya guru,yang terpenting
masuk kelas. Sambil menunggu kedatangan bu guru,aku hanya duduk dibangku pojok
dekat jendela sambil memandang pemandangan hutan dibelakang sekolah. Pepohonan
yang hijau,angin yang berhembus di sela-sela daun yg bergoyang,langit yang biru
cerah,serta terik matahari yang berkisar sedang untuk wilayah tropis seperti
kabupaten bulo sangat pas dengan suasana hatiku yang sedang letih menghadapi
persoalan hidup bak benang kusut yang rumit.
Aku ariyani nafshiyah kelas 10c SMA01 Kabupaten Bulo,tak ada
yang istimewah dalam hidupku. Selama ini kegiatan ku mencakup 2 hal jika tak
bekerja yaa bersekolah. Aku bukan seperti teman-teman yang lainnya yang bisa
bebas berkelana sana-sini, nongkrong beberapa jam, jalan-jalan mengelilingi
kabupaten,dan sibuk privat jika di luar sekolah. Bukan berarti hidupku tak
istimewah seperti teman-temanku yang lain, jalan hidupku hanya sedikit berbeda
dan sedikit berat namun aku yakin justru dibalik kehidupan yang sedikit berat
itu lah aku merasa hidupku yang di karuniakan Allah itu istimewah. Tanya kenapa
? aku akan coba jawab ;)
“Assalamualaikum,selamat siang anak-anak. Buka buku 20 menit
setelah itu kita ulangan kimia. Waktu di mulai “ ucap bu tari tanpa
beban,padahal bagi murid-murid yang tak memegang buku tadi malam sungguh sebuah
beban yang berat,tak ada remidi. Jika nilai jelek,berwarna merahlah angka di
rapot,dan ujungnya panjanglah ceramah orang tua di rumah.
“ahhhh,mudahan ingat materi kemarin” kataku pesimis karena
jujur aku tak membaca buku tadi malam namun aku mengerjakan sendiri tugas kimia,mudahan
sedikit kejujuran mengerjakan tugas yang diberikan mampu membawa sedikit
keberuntungan. Nilai pas standar juga tak apa.
20 menit bagaikan kilat, aku hanya merasa seperti di beri
waktu 5 menit,wuuiihhh jika dalam keadaan mau ulangan gini,nyesal deh jika tak
membaca tapi semua sudah telanjur kini faktanya ulangan harus di hadapi, soal
harus di cermati,dan jawaban jangan di nanti karena menyontek merupakan suatu
bentuk kecurangan yang di benci illahi. Trreengggg, ulangan di mulai dan para
murid mulai bekeringat karena harus berusaha mendapatkan jawaban baik dengan
cara berfikir atau dengan cara yang lain. Aku sudah mulai bekeringat dan yang
paling membuat khawatir aku baru menjawab 3 soal dari 10 soal. Ulangan selesai
dan tiba-tiba teman di bangku ketiga
dari sebelah kanan menyapa.
Gimana tadi nafs, ulangannya ?
Lumayan meras kepala,kamu ?
Meras,emang jemuran ”kata Mario sambil menahan senyum yang
membuatnya terlihat lebih ganteng dari biasanya. Mario teman sekelasku dari
kelas 7, kami selalu sekelas namun baru tahun ini kami saling lebih kenal. Ia
anak yang humoris walau kadang menyebalkan, ia anak yang pintar juga supel, dan
ia terlalu eksis dengan kepandaiannya bermain basket dimana ia pun berada. 85
nilai buat prestasi dan kpribadiannya. Aku mulai mengaguminya saat mengenalnya
tetapi aku tak punya ruang untuk mendapatkan hatinya karena pekerjaan untuk
bertahan yang telah mengambil ruang kosongku.
“Aku bisa minta no hp mu kah ?”
“Adohhh, hp ku di pake kakak ku yo”
“Masa selalu di pake, curiga kamu gak punya hp ya ?”
“Hp ku lagi di pake yo,jangan sok sibuk betul jadi orang”
aku nyeletuk tapi tanpa maksud apapun.
“iissss,, jelek”
“kamu ! aku mau istirahat” kataku beranjak pergi namun tak
lupa aku menyubit lengannya dan tak lupa juga setelah menyubit aku harus
berlari jika tidak ia akan membalasku dengan cubitan yang lebih sakit.
Hari ini hari yang sangat melelahkan bagiku, tadi pagi
ulangan dadakan dan sekarang di tempat kerja aku memiliki kerjaan yang
bertumpuk. Aku kerja di sebuah toko
pakaian laki-laki. Aku kerja dari jam 03.00 sore sampai jam 09.00 malam,sudah 2
tahun aku kerja di toko mama ikal. Dulu,ketika pertama kali masuk kerja aku
sering sekali mengeluh, rasanya aku ingin pingsan kelelahan tetapi seiring berjalannya
waktu aku jadi terbiasa dengan keadaan yang seperti ini. Ternyata keadaaan
adalah teman terbaik untuk belajar suatu kondisi,jika bukan keadaan maka siapa
lagi ?.
Hari ini aku tertidur
didalam kelas,walau suara menyeloteh murid tak henti dan bervolume tinggi namun
aku bak didongengkan oleh suara-suara tak jelas itu,karena rasa lelah kadang
bisa mengubah suasana ricuh menjadi
tempat yang menyenangkan seperti kasur empuk walau faktanya aku tertidur hanya
beralaskan tangan kanan yang bertumpu pada kursi, ku rasa aku tertidur cukup
pulas hingga tak tahu ada seseorang yang memperhatikan tidurku. Saat aku
membuka mata aku melihat wajah itu dan
aku hanya diam melihatnya tanpa suara.
“Lelah ya…..?” tanyanya
Aku hanya diam bukan aku belum sadar dari tidur namun aku
merasa canggung dan malu. Aku membalikan posisi tidur dan mencoba tidur
kembali.tak bisa. Aku hanya bisa memejamkan mata namun itu bukan tidur.
“cari makan siang ah,
ayo eq “ suara rio yang mengajak eqi makan siang. Dia yang memperhatikanku tidur itu adalah rio
dan ku dengar ia telah pergi makan siang dengan eqi.
Aku hanya bisa memejamkan mata dan tak terasa air mata
mengalir dari mataku yang tertutup. Aku tak tahu mengapa namun kata-kata rio
membuatku sadar bahwa aku lelah. Selama ini aku berusaha menyembunyikan rasa
lelahku dari tubuh ini, aku mencoba menage pemikiran bahwa ini tidak
melelahkan,tapiiii pertahananku kali ini jebol. Rio orang yang ku kagumi pun
tahu jadi bagaimana mungkin tubuh dan pemikiranku tak tahu ? aku menangis bukan
dalam tidur tapi dalam sadar. Tak terasa bel pulang telah berbunyi.
“Nafs…..”
“kenapa yo ?”
“ gak papa, aku mau nanya sesuatu tapi gak jadi ?”
“nanya ?” tanyaku kaget
“iya” kata rio tersenyum dingin
“tapi gak jadi gitu ?”
“sesuatu yang ku tanya,mungkin akan membuatmu marah” kata
rio dingin
“kalau begitu gak usah nanya”kataku namun aku melanjutkan
dalam hati “ karena kamu tahu aku akan marah lalu kenapa kamu bertanya,langsung
ucapkan saja “
“tapi ini membuatku lelah.” Kata rio melihatku
“aku juga lebih lelah” kataku menunduk
Hari ini aku tak konsen bekerja sedikitpun,perasaanku
kalut.aku meminta izin pada mama ikal untuk tak bekerja hari ini,karena
sepertinya aku tak enak badan dan juga tak enak perasaan. Alhamdulilah, mama
ikal mengizinkan, aku pun segera beranjak pulang ke rumah namun di tengah jalan
aku ingin tiba-tiba ke pindrang. Pindrang adalah pelabuhan,disana ada sejenis
tempat-tempat duduk untuk bersantai sambil menikmati angin dan pemandangan
laut. Aku suka pantai, dan pindrang bukan pantai tetapi sebuah pelabuhan yang
dipenuhi orang hilir mudik untuk berlayar,namun walau bukan pantai yang indah
aku menyukai hembusan anginnya. Ku lirik jam ini masih jam 04.00. aku melancong
menggunakan motor mio hitam ku ke pindrang seorang diri.
Akhirnya aku sampai juga dalam 15 menit, aku mencoba
tersenyum dan menghirup angin pelabuhan pindrang, suasana ditempat duduk-duduk
ini biasanya rame namun ini tak ada satu orang pun disini,hanya di pelabuhan
utama saja yang banyak orang, aku menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan
isi hariku
”Akuuuu capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,
kakaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk’”
Aku berteriak dengan kencang dan menangis dengan suara yang
pelan.aku memukul pelan dadaku dan aku legah karena rasanya ini pertama kali aku
melakukan hal seperti ini. Walau dadaku sakit tapi aku legah. Perlahan air
mataku mengalir lagi memori demi memori dulu yang terekam tanpa sengaja
dikepalaku kembali terputar.
“Brakk” suara gelas
yang pecah karena di lempar kakak ku
“sudahh, mama bilang berhentii !” kata mamaku menangis
terisak-isak
“pergi dari rumah dan jangan pulang jika kamu masih seperti
ini “ kata bapakku tegas
“iya,aku pergi” kata kakaku pergi dan belum kembali sampai saat ini.
Semenjak kepergiaan kakaku, toko elektronik bapakku bangkrut
karena harus membayar hutang kakak ku,dan kesehatan bapakku mulai terganggu.
Sudah 5 tahun kakaku pergi dari rumah
dan sudah 1 tahun jua bapak ku meninggal dunia. Aku kini hidup bersama mamaku
saja. Kami tak bahagia hidup seperti ini, kadang diam-diam mamaku menangis di
tengah malam dan kadang diam-diam juga aku menangis ketika mendengarnya
menangis, kami harus bertahan walau sulit. Jangan pernah tunjukan pada keadaan
bahwa kami lelah. Namun,kata-kata rio yang membuat aku terhenyak….
“kakak harus kembaliiiiiiii,,, bertanggung jawab….. dasar
kau ! “ aku berteriak marah
Lama aku duduk sambil melihat laut,pikiranku tak karuan.
Selama ini aku dan mamaku menjalani kehidupan dengan sibuk hingga tak ada ruang
untuk bersedih,kami pun berharap ketika malam hanya tertidur nyeyak hingga tak
ada ruang pula untuk memikirkan masa lalu kelam yang telah berlalu. Namun,
harapan kami kadang tak sesuai kenyataan,buktinya aku dan mamaku masih sering
menangis tapi biarkanlah karena ini hanya mimpi. Yaaa kami menganggap sepihak.
‘’ehemmmm” suara yang sangat ku kenal
“rio, ngapain kamu ? bikin aku kaget aja”
“mau lihat laut”
“oohh,kirain mau berenang” kataku sambil menahan senyum
“sebenarnya aku mau berenang,tapi suasana hati seseorang
sedang mendung. Dan aku takut akan hujan” kata rio melihatku
Aku menelan ludah,aku berspekulasi bahwa rio dari tadi
dipindrang dan melihat segala yang ku lakukan. Doh,memalukan dan ahhhhhh
rasanya mau ku pukul orang satu ini.
“ahhhh,, tapi cuacanya kembali cerah. Pasti karena ada aku. I’m
a sun” kata rio bercanda
“huuuu,ngok. Kamu bintang. Aku yang matahari” kataku
bercanda juga
“what? “
“sok inggris lo!” kataku memukul rio dan dengan segera aku
berlari pulang
“woy,ku balas kau besok” kata rio mengejar,namun sayang aku
hanya bisa tertawa melihatnya dari kaca spion. Hahahaha. Cukup menghibur. Aku
pulang, Ku lihat mamaku sedang masak.
“gimana toko ma ?” tanyaku
“alhamdulilah, oyah nafs. Gimana kalau kita pindah ?”
“ kemana ma ?” tanyaku agak kaget
“ke samarinda”
“samarinda ?” kataku mengulang ucapan mama
“iya, disana mama dapat toko. Toko yg ini akan mama jual
untuk modal disana” kata mama menjelaskan
“ apapun keputusan mama,nafs selalu dukung. Aku lelah ma…”
kataku sambil memeluk pelan mama tersayangku.
Hari ini terakhir kalinya aku berada disini. Namun, ada yang
membuat kaki ku berat melangkah. kejadian pulang sekolah tadi membuatku
bertanya-tanya,aku menemukan sebuah kertas yang berbentuk bintang di bawah
laciku. Disamping bintang itu ada sebuah puisi yang indah,ahhh aku coba tak berfikir
tentang itu namun aku tetap penasaran. Kertas bintang dan puisi itu di tunjukan
atas namaku tapi tak ada pengirimnya,lupakan…lupakan…lupakan…
Aku dan mama ingin memulai segala hal yang
baru. Aku sudah di daftarkan di sma02 samarinda. Aku ingin melepas semua kenangan
buruk yg tercipta di sini, tak ingin
satu pun aku mengingatnya walaupun tentang dia. ku coba senyum dan bangkit.
7 tahun kemudian…..
Aku terbangun dan satu hal yang ku rasakan, badan ku sakit
semua. Gimana tidak sakit,aku semalaman tidur di atas meja belajar dan di
temani beberapa lembar kertas-kertas hvs, pulpen,dan laptop acer biru
kesayanganku. Aku sedang membuat soal bahasa Indonesia untuk ulangan tengah
semester smpn 3 . aku seorang guru.
“nafs…. ini nih jus apelnya” kata mama nyaring. Maklum kamar
dan dapurku berdekatan tapi dinding tembok yang menjadi penghalang mewajibkan
mamaku harus berbicara dengan volume tinggi.
“iya ma, I’m coming…..” kataku tersenyum riang karena tugasku
membuat soal telah selesai dan akan ada libur yang lumayan panjang nanti.
“oalahh,anak banjar ngomong bahasa inggris. Lucu yaa “ kata
mama tersenyum
“walau guru bahasa indonesia,tapi belajar bahasa yang lain
itu perlu ma. Allah menciptakan berbagai macam bahasa dan semua bahasa itu
memiliki arti yang sama walau kalimatnya sangat berbeda. Allah Maha Pandai kan
ma “ kataku memeluk mama yang sedang membuat jus wortel. Aku dan mama sedang
membiasakan diri dengan pola minuman dan makanan yang sehat.
“nafs….” kata mamaku
“ohw iya, kita nanti sore ke pantai yo ma” kataku melemas
merayu mama
“ iya, boleh tapi nda boleh lama. Kamu sering lupa diri
kalau ke pantai” kata mama
Aku tertawa mendengar kejujuran mama yang sangat jujur,ku
akui aku memang sering lupa diri kalau di pantai. Pantai itu indah, sejauh-jauhnya
mata memandang hanya air laut yang biru terlihat. Lebih indah lagi bila melihat
pantai di tengah senja, matahari yang tadinya bersinar kini akan digantikan
oleh sinar-sinar cahaya kecil dari para bintang-bintang kadang cahaya bulan
ikut menyertai menambah keindahan alam. Subhanallah, sungguh Maha Suci Allah
atas segala keindahan alam yang telah
diciptakannya.
“jam 04.00 ma yaa kita ke pantainya”
“atur aja, mama ngikut aja”
Sekarang,kami sudah sampai di tempat tujuan setelah beberapa
menit perjalanan menggunakan mobil,apalagi menyetir sendiri.
Ahhhhhhhhhh akuuuu legahhhhhh….. kataku teriak di
pantai,sesaat aku tak sadar jika disini banyak orang namun setelah beberapa
menit aku sangat sadar dan sangat malu. Ku tenangkan diriku dan ku mulai
berjalan-jalan.
“nafs….”
“kenapa lagi m…..” belum sempat kulanjutkan kalimatku
mengucap “mama” aku sudah terhenti terucap karena yang tadi memanggilku
bukanlah mamaku tapi seseorang yang sangat ku kenal. Dia menahan senyumnya dan
aku hanya terdiam tak berkutik. Waktu terasa beku beberapa detik dan kebekuan
waktu itu ku rasakan sangat mengagumkan,namun tak lama aku harus mengucap
istgfar.harus.
“hijab yang sempurna” katanya
“prestasi yang sempurna” kataku
Kami tersenyum dan berharap semua akan
berjalan lancar dengan ridho-Nya
2 bulan yang lalu….
Aku sedang sibuk mengoreksi tugas anak-anak di depan ruang
televisi ,walau suara televisi terus koar-koar, aku hanya mendengarkan sekilas
tetapi aku sedikit terhenyah mendenga r nama yang disebut pembawa acara talk
show,aku melihat televisi dan terkejut. Ya Allah… itu dia.
“selamat malam,pak Mario….” Kata pembawa acara talk show
sambil menjabat tangan orang yg bernama Mario tersebut
“selamat malam juga”
“saat saya membaca tulisan buku anda, saya sangat suka dan
tak perlu di ragukan lagi bahwa buku hasil karangan anda akan selalu menjadi
best seller” kata pembawa acara memuji
“terimakasih pak ”
“jika boleh tahu,dari mana anda mendapatkan inspirasi
tersebut hingga tercipta sebuah novel yang menarik dan membuat para pembaca
terkagum-kagum?” kata pembawa acara agak lebay
Mario menahan senyum dan mengucapkan sesuatu yang membuatku
deg-deg kan
“awalnya aku hanya suka menceritakannya lewat tulisan,karena
aku belum siap mengutarakan perasaan dan pemikiranku tentangnnya” ucap Mario
sambil menerawang ke masa lalu
“tentangnya?” pembawa acara penasaran
“iya, seseorang yang sangat tahu arti lelah”
“hmm,apakah ia kekasih anda ?”
“bukan,hanya seorang teman di masa lalu tapi selalu ku
rindukan” Mario menahan senyum
“jika boleh tahu siapa nama nya ?” pembawa acara makin
penasaran
“kasih tau gak yaaaaa” Mario melawak
Hahahahahhaha… semua orang sepertinya tertawa termaksud aku
yang sedang menonton acara talk show tersebut. Sebenarnya hatiku deg-deg kan
bercampur rindu,aku harus istigfar.harus.
“ternyata anda orang yang humoris, semoga teman masa lalu
anda menonton acara talk show ini ” ucap tulus pembawa acara
“jika ia menonton,apa yang ingin anda sampaikan ?”
Sebelum Mario menjawab ia menarik nafas dan berpikir
sebentar
“ puisi itu dari ku dan mau kah kau menikah denganku, ariyani
nafshiyah ?” kata Mario menatap lurus kamera seakan menatapku…..
Aku terhenyak mendengar ia mengucapkan nama ku,aku cubit
sedikit lenganku,sakit. Bagus,berarti ini nyata. Aku rasa ingin terbang ke
langit,hati ku tak henti mengucap syukur atas dia yang Allah hadirkan kepadaku.
Dia orang yang ku kagumi sejak dulu. Aku selalu merindukannya,aku
bertanya-tanya tentang kabarnya,tak tahu harus apa. Rindu membuatku menjadi
lebih baik. Bait-bait puisi yang ia tulis pun kembali terniang…..
Pemilik kerudung hitam
yang tersenyum manis
ia
berkeringat dan ia terus mengganggu pikiranku
Aku seperti ikut dalam
lelah yg ia rasakan
Ia diam dan mencoba
tegar
Aku diam-diam tahu,
mencoba menghibur
Namun, tak ada kata yg
mampu aku ucapkan
Selain menahan senyum
yang selalu kusesali
Kenapa kata-kata
semangat untuknya tak mampu aku keluarkan ?
Kata yang tertinggal
dan senyum terbaik yg tertahan
Dalam doa kau akan ku
rindukan
Ohhh cinta, akulah bintangnya….
End

Tidak ada komentar:
Posting Komentar