Hijab sempurna untuk ku....
Aku adalah seorang manusia yang terlahir sebagai salah satu
dari sekian triliun jiwa perempuan di
muka bumi ini. Ya, aku adalah seorang perempuan. perempuan itu memiliki dunia yang unik juga
menarik. Perempuan dilengkapi dengan kelembutan juga rasa kasih sayang yang
tinggi. Sehingga sempurnalah ia menjadi sosok ibu. Alhamdulilah,aku adalah
perempuan.
Dalam islam seorang perempuan yang baliq wajib menutup
auratnya secara sempurna. Jika ia meninggalkannya maka ia telah melanggar
aturan dari sang pencipta.
Hijab yang sempurna.
Dulu, aku memiliki seorang teman semasa kecil. Teman SD.
Namanya eka wahyuni Fatimah. Ada yang special dari temen ku yang satu ini.
Selain juara kelas, ia juga memakai
kerudung ketika di luar sekolah namun di sekolah ia tak memakai kerudung. Aku
heran, bukankah ini kebalik.
Kebanyakan orang lain memakai kerudung ketika
sekolah dan melepasnya ketika di luar sekolah. walau aku heran tapi aku tak
ingin tahu kenapa aku heran. Haha. Maklum, pemikiran anak SD.
Keheranan ku ini kembali muncul ketika aku duduk di kelas 3
SMP. Ketika itu entah kenapa aku ingin memakai kerudung, aku memakai kerudung
beberapa hari ketika keluar rumah namun aku tak memakai kerudung ketika
bersekolah. Aku terus memakai kerudung ketika keluar dari rumah, perasaanku ada
yang salah ketika keluar rumah tak memakai kerudung. Ada seorang temanku yang
heran dengan sikapku karena ini kebalik katanya. Haha. Teringatlah aku dengan
eka wahyuni Fatimah.
Lama aku berfikir dan akhirnya aku tahu kenapa aku melakukan
ini. Aku menguji diriku sendiri. Aku
mengawali memakai kerudung bukan didalam sebuah institusi pembelajaran seperti
sekolah,karena apa? Karena aku banyak melihat fakta bahwa sebagian teman-teman
sekolahku akan melepas kerudungnya ketika keluar dari sekolah. takut sama guru agama jika tak memakai
kerudung di dalam sekolah, panas juga. Enak diluar gak pake kerudung lebih
modis. Kata-kata itulah yang membuatku takut untuk memakai kerudung ketika
sekolah lagian udah kelas 3 juga. Bentar lagi lulus. Aku takut seperti mereka
yang memakai kerudung karena takut oleh guru agama saja. Aitss, ternyata itu hanya ketakutan belaka, dan proses
menunda tanpa sadar.
Awal masuk SMK aku telah memakai kerudung baik itu diluar
maupun di dalam sekolah, aku telah yakin bahwa aku tak akan melepas kerudung
ini di situasi apapun. Aku akan berusaha taat dalam kondisi apapun dan dimana
pun.
Kawan, ternyata menutup aurat dalam islam adalah kewajiban
bukan pilihan. Dahulu aku berfikir menutup aurat itu pilihan. Jika hati belum siap yaa gak apa-apa tidak
pakai kerudung. Lagian belum dapat hidayah untuk memakainya. Kalimatnya
benar, benar-benar salahnya. Bagaimana mungkin, hidayah belum dapat coba ?
lagian masak iya hati yang di kerudungin, horror baah :D
Hidayah dan hati kerap menjadi kambing hitam atas
ketidaktahuan kita serta kemalasan kita untuk belajar lebih dalam tentang agama
yang kita anut. Hidayah telah Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW
melalui malaikat Jibril yang berupa kitab suci Al-qur’an.
Lantas, jika kita berkata belum dapat hidayah apa tidak
diprotes oleh malaikat jibril,entar dia marah lo.
Seharusnya kita bukan menyalahkan hidayah, karena hidayah
tak tahu apa-apa. Hehe. Mari, kita pertanyakan pada diri kita sendiri, sejauh
mana usaha kita untuk mempelajari hukum
islam dan peraturan islam dalam kehidupan. Allah SWT dengan sangat jelas
mewajibkan memakai jilbab dan kerudung bagi perempuan yang telah baliq dan yang
telah terikat oleh hukum syara. Coba di buka deh, Al-qur’an nya. Perintahnya
ada di surah an-nur ayat 31 dan al-ahzab ayat 59.
﴿ وَلْيَضْرِبْنَ
بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ …﴾
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya …” (TQS
an-Nur [24]: 31)
﴿يَا أَيُّهَا
النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ﴾
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka”. (TQS al-Ahzab [33]: 59)
Kalau udah buka, hayo. Masih mau nyalahin hidayah lagi.
Okeh, kita setuju bukan hidayah yang
salah tapi hati. Lah, piye iki ? hehhe
Hatinya belum sreg
memakai kerudung, lagian kalau gak ikhlas juga percuma. Naahhh ini neh kalimat yang juga benar tapi benar
salahnya. Kok tunggu hati.
Ikhlas gak ikhlas itu masalah Allah. Entar jika sudah jadi
kebiasaan akan ikhlas. Lagian, cerminan hati itu baik atau tidak akan terlihat
dari luarnya. Jika yang berkerudung saja belum tentu hatinya beriman apalagi
yang tidak bekerudung, sudah tau lah. Beriman atau tidak berimannya seseorang
itu dapat di katakan apabila tingkah lakunya dan prilakunya sesuai dengan hukum
syara. Baik niatnya maupun caranya.
Right ? sure.
Ayo, kawan-kawan ku, pakailah kerudung dan jilbab mu. Selain
itu adalah kewajiban, dengan memakai kerudung dan jilbab juga identitas kita
sebagai perempuan muslim terlihat.
Kalimat puitisnya neh kurang lebih seperti ini dan ini ku
persembahkan untukmu.
Ana uhibbuki fillah
Jika ia bintang, walau
tertutup awan maka ia akan tetap bersinar
;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar