Sabtu, 07 Maret 2015



 

 Hijab sempurna untuk ku....

Aku adalah seorang manusia yang terlahir sebagai salah satu dari sekian triliun jiwa  perempuan di muka bumi ini. Ya, aku adalah seorang perempuan.   perempuan itu memiliki dunia yang unik juga menarik. Perempuan dilengkapi dengan kelembutan juga rasa kasih sayang yang tinggi. Sehingga sempurnalah ia menjadi sosok ibu. Alhamdulilah,aku adalah perempuan.
Dalam islam seorang perempuan yang baliq wajib menutup auratnya secara sempurna. Jika ia meninggalkannya maka ia telah melanggar aturan dari sang pencipta.
Hijab yang sempurna.
Dulu, aku memiliki seorang teman semasa kecil. Teman SD. Namanya eka wahyuni Fatimah. Ada yang special dari temen ku yang satu ini. Selain juara kelas, ia juga  memakai kerudung ketika di luar sekolah namun di sekolah ia tak memakai kerudung. Aku heran, bukankah ini kebalik.
 Kebanyakan orang lain memakai kerudung ketika sekolah dan melepasnya ketika di luar sekolah. walau aku heran tapi aku tak ingin tahu kenapa aku heran. Haha. Maklum, pemikiran anak SD.
Keheranan ku ini kembali muncul ketika aku duduk di kelas 3 SMP. Ketika itu entah kenapa aku ingin memakai kerudung, aku memakai kerudung beberapa hari ketika keluar rumah namun aku tak memakai kerudung ketika bersekolah. Aku terus memakai kerudung ketika keluar dari rumah, perasaanku ada yang salah ketika keluar rumah tak memakai kerudung. Ada seorang temanku yang heran dengan sikapku karena ini kebalik katanya. Haha. Teringatlah aku dengan eka wahyuni Fatimah.
Lama aku berfikir dan akhirnya aku tahu kenapa aku melakukan ini. Aku menguji diriku sendiri.  Aku mengawali memakai kerudung bukan didalam sebuah institusi pembelajaran seperti sekolah,karena apa? Karena aku banyak melihat fakta bahwa sebagian teman-teman sekolahku akan melepas kerudungnya ketika keluar dari sekolah. takut sama guru agama jika tak memakai kerudung di dalam sekolah, panas juga. Enak diluar gak pake kerudung lebih modis. Kata-kata itulah yang membuatku takut untuk memakai kerudung ketika sekolah lagian udah kelas 3 juga. Bentar lagi lulus. Aku takut seperti mereka yang memakai kerudung karena takut oleh guru agama saja. Aitss, ternyata  itu hanya ketakutan belaka, dan proses menunda tanpa sadar.
Awal masuk SMK aku telah memakai kerudung baik itu diluar maupun di dalam sekolah, aku telah yakin bahwa aku tak akan melepas kerudung ini di situasi apapun. Aku akan berusaha taat dalam kondisi apapun dan dimana pun.  
Kawan, ternyata menutup aurat dalam islam adalah kewajiban bukan pilihan. Dahulu aku berfikir menutup aurat itu pilihan. Jika hati belum siap yaa gak apa-apa tidak pakai kerudung. Lagian belum dapat hidayah untuk memakainya. Kalimatnya benar, benar-benar salahnya. Bagaimana mungkin, hidayah belum dapat coba ? lagian masak iya hati yang di kerudungin, horror  baah :D
Hidayah dan hati kerap menjadi kambing hitam atas ketidaktahuan kita serta kemalasan kita untuk belajar lebih dalam tentang agama yang kita anut. Hidayah telah Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yang berupa kitab suci Al-qur’an.
Lantas, jika kita berkata belum dapat hidayah apa tidak diprotes oleh malaikat jibril,entar dia marah lo.
Seharusnya kita bukan menyalahkan hidayah, karena hidayah tak tahu apa-apa. Hehe. Mari, kita pertanyakan pada diri kita sendiri, sejauh mana usaha kita untuk mempelajari  hukum islam dan peraturan islam dalam kehidupan. Allah SWT dengan sangat jelas mewajibkan memakai jilbab dan kerudung bagi perempuan yang telah baliq dan yang telah terikat oleh hukum syara. Coba di buka deh, Al-qur’an nya. Perintahnya ada di surah an-nur ayat 31 dan al-ahzab ayat 59.
﴿ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ …﴾
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya …” (TQS an-Nur [24]: 31)


﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ﴾
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (TQS al-Ahzab [33]: 59)

Kalau udah buka, hayo. Masih mau nyalahin hidayah lagi. Okeh, kita  setuju bukan hidayah yang salah tapi hati. Lah, piye iki ? hehhe
Hatinya belum sreg memakai kerudung, lagian kalau gak ikhlas juga percuma. Naahhh ini  neh kalimat yang juga benar tapi benar salahnya. Kok tunggu hati.
Ikhlas gak ikhlas itu masalah Allah. Entar jika sudah jadi kebiasaan akan ikhlas. Lagian, cerminan hati itu baik atau tidak akan terlihat dari luarnya. Jika yang berkerudung saja belum tentu hatinya beriman apalagi yang tidak bekerudung, sudah tau lah. Beriman atau tidak berimannya seseorang itu dapat di katakan apabila tingkah lakunya dan prilakunya sesuai dengan hukum syara. Baik niatnya maupun caranya.  Right ? sure.
Ayo, kawan-kawan ku, pakailah kerudung dan jilbab mu. Selain itu adalah kewajiban, dengan memakai kerudung dan jilbab juga identitas kita sebagai perempuan muslim terlihat.
Kalimat puitisnya neh kurang lebih seperti ini dan ini ku persembahkan untukmu.

Ana uhibbuki fillah
Jika ia bintang, walau tertutup awan maka ia akan tetap bersinar  ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

twitter

https://twitter.com/tina_mareta