KELUARGA
"Layanan Satu Pintu Keluarga Berbasis Anak, Solusikah untuk
Keluarga?"
MihrimaH
Keluarga adalah sebuah ikatan kecil dari
banyaknya ikatan yang akan ikut berperan dalam sebuah negeri. Selaras dengan
hal ini, tak mengherankan jika ingin memperbaiki suatu kualitas suatu bangsa
maka kualitas keluarga juga harus menjadi perhatian penting. Belum lama ini,
tersirat kabar akan danya layanan satu pintu atau 'one stop service' yang
bernama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Ruhui Rahayu di kalimantan timur.
Pusat layanan satu pintu keluarga ini
berbasis hak anak yang berguna memberikan solusi bagi orang tua dan anak dalam
menghadapi berbagai permasalahan.
"Layanan ini satu pintu atau 'one stop
service' ini bernama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Ruhui Rahayu,"
ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(DKP3A) Provinsi Kaltim Halda Arsyad di Samarinda, Rabu.Pembentukan layanan
Puspaga disebabkan karena banyaknya permasalahan keluarga yang kerap terjadi
seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan,
perselingkuhan, masalah anak berhadapan dengan hukum, masalah orang tua yang
memiliki anak berkebutuhan khusus, dan lainnya.
Menurut dia, permasalahan dalam keluarga
dapat memicu keretakan dalam rumah tangga yang sering berdampak terhadap anak,
terutama pada pola asuh dan tumbuh kembang anak, sehingga pusat layanan ini
diharapkan bisa menjadi pusat konsultasi masyarakat untuk mencarikan jalan ke
luar.
Melalui Kementerian Dalam Negeri
Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa
Jumlah Penduduk Dan Kepala Keluarga indonesia,
diketahui bahwa jumlah penduduk dan keluarga indonesia terdiri dari 54.935 dan
merupakan angka yang besar dengan berbagai masalah yang tercatat dalam berbagai
macam, mulai dari kasus anak hingga retaknya rumah tangga serta seperangkat hal
lainnya.
Tingginya berbagai kerusakan yang
mengancam sebuah keluarga dikarenakan memang kita tidak berada dalam hukum
islam, dimana saat ini kita berada disistem sekularisme, yakni sebuah sistem yang memisahkan agama dari
kehidupan. Berbeda dengan sistem islam yang memandang semua harus sesuai dengan
aturan Al quran dan As Sunah.
Dalam aturan agama Islam terdapat banyak
pembahasan tentang hidup rumah tangga. Keluarga dalam biduk rumah tangga
memiliki banyak hal yang perlu dibahas. Salah satunya, tentang pendidikan agama
anak. Dewasa ini, kita menyaksikan banyak kejadian-kejadian ganjil yang menimpa
putra-putri kita di Tanah Air. Tak jauh dari hal negatif, seperti tawuran
antarpelajar, hubungan di luar nikah, pergaulan bebas, dan bahkan pengaruh
narkotika yang berbahaya.
Hal-hal dan perilaku negatif tersebut
perlu dicegah. Pencegahan yang kondusif dan yang paling utama dilakukan adalah
dari keluarga. Keluarga yang baik dan terarah adalah keluarga yang mampu
menjadi penawar di saat ada masalah. Keluarga yang harmonis akan mampu
mendamaikan hati anggota keluarga dari segala hiruk pikuknya dunia. Keluarga
adalah tiang utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan keluarga yang
dapat melakukan ini tentunya adalah keluarga yang mengikat diri mereka terhadap
aturan islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar