Rindu Mihrimah
Tumbuh karena sesuatu yang patah, rindu yang hantarkan aku padaNYA
Ternyata
pohon beringin tak selalu bercerita tentang suasana horror nan mistis dengan
istilah penunggu beserta bayang-bayang perempuan panjang berbalut busana putih
dengan kaki tak sampai menyentuh bumi. Tidak selalu horror, setidaknya bagi dua
wanita yang berusia sama-sama 23 tahun ini. Mihrimah dan Gita. Kedua perempuan
ini memiliki tinggi yang hampir sama, Mihrimah 158 cm dan Gita 8 cm lebih
rendah daripada Mihrimah, kedua perempuan ini sama-sama menggunakan kerudung,
Mihrimah berwarna merah maron dan Gita berwarna cream. Dan kedua perempuan ini
sama-sama pernah bersekolah di tempat yang sama, yakni disini, disebuah sekolah
yang ditengah-tengah area lingkungan sekolahnya terkenal dengan sebuah pohon
nan rindang berdedaunan hijau ,SMPN2 Tanah Grogot.
“
Ta, mungkin gerembulan anak-anak SMP itu akan bingung melihat kita disini”
Mihrimah berucap sembari memandang lurus kedepan,tempat dimana anak-anak SMP
itu berkumpul, mereka pun berteduh di sebuah pohon ketapang, duduk-duduk di
akar pohon sembari melakukan perbincangan ala-ala anak SMP, sekali-kali mereka
tertawa dengan gelak dan juga sekali-kali dua diantara mereka saling mengejar,
oh…rupa-rupanya,dalam perbincangan tersebut mereka menyelipkan olokkan juga candaan.
“mungkin,
tapi kitakan yang lebih dulu disini, 11 tahun yang lalu” Jawab Gita sekena nya
lalu ia tertawa kecil kepada Mihrimah, pun juga begitu Mihrimah.
“Apa
kau masih mengingat tentangnya dan ini semua, Mihrimah ?” Tanya Gita
Kata
‘nya’, yang dimaksud Gita, Mihrimah tahu sekali. Merujuk kepada seseorang, yang
dulu ikut berotasi didalam kehidupannya, membuat ukiran senyum di wajahnya dan meninggalkan
sebuah pembelajaran karena kepergiannya. Secara tidak langsung menghantarkan
Mihrimah kesebuah jalan yang tidak seperti biasanya. Jalan-jalan terang, di
tengah kalapnya pemahamannya. Intinya, jalan yang sangat disyukurinya kelak.
Dan
lagi,bukan malah menjawab pertanyaan Gita, Mihrimah justru tersenyum mengingat masa-masa SMP nya. Setitik
lubang lesung pipit di dagunya terlihat dengan tambahan bola mata yang mulai berkaca.
“masih
Ta, aku masih ingat semua”
***
Juli
2006. 11 Tahun yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar